Minyak Sawit Mentah

Purbaya Sebut Wilmar hingga Musim Mas Terkait Dugaan Transfer Pricing CPO

Reporter : Rico
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Foto ist

The Indonesia Times - Pemerintah mulai mengungkap identitas sejumlah perusahaan minyak sawit mentah (CPO) yang diduga terlibat praktik manipulasi harga ekspor melalui skema transfer pricing.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut beberapa nama perusahaan yang masuk dalam sampel pemeriksaan, di antaranya Wilmar International, Musim Mas Group, Golden Agri-Resources, serta Salim Ivomas Pratama.

Baca juga: Aturan Baru BPJS 2026: Denda Dihapus, Iuran Berpotensi Naik

“Wilmar, Musim Mas. Ada beberapa lagi,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Selasa (25/5/2026).

Temuan awal menunjukkan perusahaan-perusahaan tersebut diduga menggunakan perusahaan cangkang di Singapura untuk mengubah harga jual setelah produk masuk ke negara tujuan. Skema ini menyebabkan selisih harga ekspor yang dilaporkan dari Indonesia bisa mencapai dua hingga empat kali lipat.

Kasus ini mencuat setelah pemerintah mengambil sampel acak dari 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia. Hasilnya, seluruh sampel terindikasi melakukan praktik transfer pricing.

Baca juga: Menkeu Tegaskan Fiskal RI Aman, Investor Global Siap Masuk

Penyelidikan kini tengah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bersama Kejaksaan Agung yang mulai menindaklanjuti temuan tersebut.

Selain sektor sawit, Purbaya juga mengungkap dugaan praktik serupa terjadi di industri batu bara dan akan ikut diusut aparat penegak hukum.

Sementara itu, saat ditanya terkait Astra Agro Lestari, Purbaya menyebut perusahaan tersebut tidak termasuk dalam daftar indikasi.

Baca juga: Purbaya: Pengunduran Diri Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab atas Kekacauan Pasar

“Kayaknya nggak ada,” katanya.

Pengungkapan ini membuka babak baru dalam penanganan dugaan manipulasi ekspor komoditas strategis, yang berpotensi berdampak pada penerimaan negara dan tata kelola industri.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru