Ribuan Jamaah Umrah Gagal Berangkat, Jannah Firdaus Siapkan 500 Kuota Khusus Jamaah Terdampak

Reporter : Rico
Melalui program ini, Jannah Firdaus menyiapkan kuota hingga 500 jamaah yang akan diberangkatkan secara bertahap. Foto ist

The Indonesia Times - Kasus gagal berangkatnya ribuan calon jamaah umrah yang telah melunasi biaya perjalanan masih menjadi sorotan publik. Di tengah proses hukum yang kini bergulir di Polda Metro Jaya, muncul langkah konkret dari pelaku industri travel yang mencoba menghadirkan solusi cepat bagi jamaah terdampak.

Kerugian yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah bukan sekadar angka. Di baliknya, terdapat ribuan calon tamu Allah yang harus menunda impian menuju Tanah Suci tanpa kepastian. Situasi ini mendorong perlunya langkah pemulihan kepercayaan, tidak hanya melalui jalur hukum, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

Baca juga: Pemerintah Apresiasi Kelancaran Haji 2026, Fokus Tingkatkan Pelayanan Jemaah

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang mengamanatkan keterlibatan aktif pemerintah, termasuk dalam mendorong kompensasi bagi jamaah.

“Negara tidak boleh abai. Kementerian terkait harus hadir memberikan solusi nyata bagi jamaah,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Di tengah krisis tersebut, pendekatan berbeda datang dari sektor swasta. Jannah Firdaus Tour & Travel meluncurkan Program Solidaritas Umrah, sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk membantu jamaah terdampak agar tetap dapat berangkat ke Tanah Suci.

Owner dan CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab moral.

“Ini tentang menjaga harapan. Jamaah sudah berkorban banyak—waktu, biaya, dan doa. Kami ingin memastikan impian itu tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Melalui program ini, Jannah Firdaus menyiapkan kuota hingga 500 jamaah yang akan diberangkatkan secara bertahap. Jamaah juga mendapatkan berbagai kemudahan seperti potongan harga Rp2 juta hingga Rp5 juta, prioritas jadwal, pendampingan administrasi, hingga bimbingan ibadah intensif.

Baca juga: Kasus Korupsi Kuota Haji, Muhadjir Effendy Ajukan Penundaan Pemeriksaan

Program ini hanya diperuntukkan bagi jamaah yang benar-benar terdampak, dengan syarat menunjukkan bukti pendaftaran dan pembayaran dari travel sebelumnya, serta melalui proses verifikasi internal.

Langkah cepat juga terlihat dari kesiapan operasional. Jannah Firdaus membuka jadwal keberangkatan mulai 8 Juni 2026, lebih awal dibandingkan sebagian besar penyelenggara umrah pasca musim haji.

Direktur perusahaan, Rahmat Syam Karya Putra, memastikan seluruh aspek telah dipersiapkan matang, mulai dari tiket penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, hingga pendamping ibadah profesional. “Kami ingin jamaah bisa kembali fokus beribadah tanpa dibayangi kekhawatiran,” katanya.

Di tengah tren kenaikan biaya perjalanan umrah akibat lonjakan harga tiket dan operasional global, Jannah Firdaus tetap menawarkan paket mulai dari Rp23 juta. Strategi efisiensi dan kemitraan internasional menjadi kunci menjaga harga tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Baca juga: 99 Ribu Motor Diekspor Ilegal, Direktur PT Indo Bike 26 Jadi Tersangka

Sejak berdiri pada 2003, Jannah Firdaus telah memberangkatkan puluhan ribu jamaah dan mengantongi legalitas resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta sertifikasi ISO 9001:2015.

Ke depan, perusahaan menargetkan mampu memberangkatkan hingga 30.000 jamaah sepanjang 2026, termasuk jamaah terdampak kasus gagal berangkat.

Program solidaritas ini menjadi sinyal bahwa krisis di sektor umrah tidak hanya bisa diselesaikan melalui proses hukum, tetapi juga melalui kolaborasi dan kepedulian nyata. 

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru