The Indonesia Times - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat penetrasi pada segmen nasabah muda beraset besar melalui program BCA Young Community, komunitas eksklusif yang menargetkan nasabah Prioritas dan Solitaire berusia 17–35 tahun. Program ini difokuskan pada penguatan jejaring, literasi investasi, serta pengembangan peluang bisnis lintas sektor.
Senior Vice President Individual Business Management BCA Yudi Darmadhi mengatakan porsi nasabah di bawah 35 tahun kini mencapai sekitar 12Úri total nasabah Prioritas dan Solitaire. Menurutnya, tren akumulasi kekayaan di usia muda meningkat seiring kemudahan akses investasi dan pertumbuhan ekonomi digital.
“Melalui BCA Young Community, kami berupaya engage nasabah muda dengan menyediakan ekosistem yang mendukung pengelolaan kekayaan, pengembangan bisnis, dan kolaborasi,” ujar Yudi dalam siniar di mini studio BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin (9/2/2026).
Komunitas yang hadir sejak 2014 tersebut kini beranggotakan lebih dari 10.000 orang. BCA menyediakan berbagai program eksklusif seperti kelas manajemen kekayaan, diskusi tren teknologi dan bisnis, serta pertemuan dengan praktisi industri.
Yudi menegaskan, fungsi utama komunitas bukan sekadar jaringan sosial, melainkan ruang kolaborasi ekonomi.
“Banyak anggota yang awalnya bertemu dalam kegiatan komunitas kemudian membangun kerja sama hingga mendirikan bisnis bersama. Ini menunjukkan komunitas berperan sebagai katalis peluang ekonomi,” jelasnya.
Untuk memperkuat konektivitas, BCA juga meluncurkan aplikasi khusus BCA Young Community yang memungkinkan anggota terhubung dengan pengusaha muda di berbagai daerah, berbagi ide, serta mengakses agenda edukasi dan investasi.
Program ini hanya dapat diikuti nasabah BCA Prioritas dan Solitaire melalui undangan.
Persyaratan dana gabungan minimal Rp1 miliar untuk Prioritas dan Rp5 miliar untuk Solitaire menjadi indikator segmen yang dibidik bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.
Langkah BCA menyasar generasi muda beraset besar mencerminkan pergeseran strategi industri perbankan yang semakin fokus pada literasi keuangan, investasi, dan ekosistem komunitas sebagai penggerak pertumbuhan bisnis jangka panjang — pola yang juga terlihat pada tren edukasi investasi seperti strategi DCA kripto yang belakangan marak di kalangan investor muda Indonesia.