The Indonesia Times - Kementerian Perindustrian melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI) menggandeng Markija Berdaya untuk menerapkan asesmen keterampilan berbasis teknologi di lingkungan pendidikan vokasi industri. Program ini diarahkan memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Implementasi platform asesmen PractiWork dilakukan di empat satuan pendidikan vokasi Kemenperin, termasuk SMK-SMAK Bogor. Sistem ini memetakan keterampilan kerja, kemampuan kognitif, karakter, serta minat siswa sebagai dasar penyempurnaan kurikulum dan pembelajaran.

Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Sidik Herman, menegaskan pendidikan vokasi memerlukan pendekatan berbasis bukti untuk menjaga relevansi lulusan.

“Data asesmen menjadi instrumen penting bagi satuan pendidikan dalam mengevaluasi kurikulum dan memastikan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Uji coba asesmen di SMK-SMAK Bogor menunjukkan potensi siswa tidak selalu sejalan dengan capaian akademik. Pemetaan berbasis data mengelompokkan siswa dalam beragam karakteristik kompetensi, dengan mayoritas berada pada profil seimbang antara kemampuan kognitif, sosial, dan emosional.

President Director Markija Berdaya, Csongor Hunyar, menilai pendekatan berbasis data memberi arah baru bagi pendidikan vokasi.

“Asesmen komprehensif membantu menempatkan individu pada jalur kompetensi yang tepat dan menjembatani kebutuhan pendidikan dengan dunia kerja,” katanya.

Dunia usaha menilai keselarasan kompetensi sejak masa pendidikan menjadi faktor penting produktivitas tenaga kerja. Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional APINDO, Didit Ratam, menyatakan pemetaan keterampilan dapat mempercepat adaptasi lulusan di lingkungan kerja.

“Dengan fondasi kompetensi yang tepat, tenaga kerja akan lebih cepat beradaptasi dan mampu menjawab kebutuhan industri,” ujarnya.

Penerapan asesmen berbasis teknologi ini diharapkan menjadi model penguatan pendidikan vokasi industri yang lebih terukur dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja—isu yang belakangan juga kamu sorot saat menggarap paket SMK Kemenperin berbasis teknologi.