The Indonesia Times -Menjelang Ramadan 2026, KiriminAja bersama Expatify menyiapkan strategi penguatan sistem operasional brand e-commerce guna menghadapi lonjakan transaksi musiman. Upaya tersebut dibahas dalam forum “Winning Ecommerce in Today’s Market (Eid’ition)” belum lama ini.

Forum ini menyoroti tantangan utama brand direct-to-consumer (D2C) saat periode puncak penjualan, yakni meningkatnya traffic tanpa diikuti kesiapan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ketidaksiapan tersebut dinilai berisiko memicu hambatan operasional, lonjakan retur, hingga tekanan pada arus kas.
CEO KiriminAja, Fariz GTJ, menegaskan bahwa daya saing brand saat ini ditentukan oleh kesiapan sistem end-to-end, bukan semata anggaran pemasaran. “Ramadan bukan hanya tentang tingginya traffic, tetapi tentang kesiapan mengelola customer journey secara menyeluruh. Pengalaman pelanggan menjadi faktor pembeda utama di tengah kompetisi e-commerce yang semakin ketat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

KiriminAja menyatakan tengah memperkuat peran sebagai lapisan infrastruktur logistik bagi brand digital melalui integrasi API dengan platform e-commerce, sistem Repeat Order Management, serta akses ke lebih dari 20 ekspedisi dalam satu dashboard operasional.

Sementara itu, Founder & CEO Expatify, Irawan Arif, menilai momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebagai fase evaluasi fondasi bisnis digital, bukan sekadar periode peningkatan penjualan jangka pendek. “Brand yang ingin tumbuh berkelanjutan harus membangun arsitektur e-commerce yang siap scale. Platform yang fleksibel perlu didukung integrasi payment dan logistik yang solid agar potensi pertumbuhan dapat optimal,” katanya.

Sebagai mitra resmi Shopify di Indonesia, Expatify menekankan pentingnya integrasi antarsistem dalam ekosistem digital commerce modern, mulai dari storefront, sistem transaksi, hingga layanan pengiriman.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan menargetkan penguatan infrastruktur operasional brand lokal agar mampu menghadapi lonjakan permintaan Ramadan secara lebih terkendali dan berkelanjutan, seiring pertumbuhan kompetisi e-commerce nasional.