The Indonesia Times - Menjelang Ramadan, Satgas Pangan Polda Sumatera Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak ke Pusat Pasar Medan untuk menguji klaim stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Sidak ini menjadi ujian awal bagi pengawasan negara di tengah potensi lonjakan permintaan dan praktik spekulasi pasar.
Sidak dipimpin Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo, didampingi Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Indra Wijayanto, jajaran Bulog Sumut, serta instansi Pemprov Sumut dan Pemkot Medan. Tim menyasar langsung kios sembako dan pedagang guna memverifikasi harga serta stok komoditas strategis.
“Hari ini kami memastikan harga dan ketersediaan bapokting sesuai ketentuan, terutama menjelang Ramadan yang rawan gejolak,” kata AKBP Budi Prasetyo, Jumat (6/1/2026).
Di lapangan, harga beras SPHP terpantau di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Tim menyatakan stok beras SPHP dan Minyakita dalam kondisi cukup. Komoditas lain—gula, telur, cabai, dan bawang—dilaporkan masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun pengawasan tak berhenti pada harga. Tim juga menguji kualitas pangan menggunakan mobil laboratorium keliling Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumut. Pengujian daging sapi, ayam, tomat, dan cabai merah terhadap formalin dan residu pestisida menunjukkan hasil negatif bahan berbahaya.
Meski tidak ditemukan pelanggaran pada sidak kali ini, AKBP Budi menegaskan pemantauan akan berlanjut. “Pengawasan harus konsisten. Stabil hari ini tidak menjamin aman besok,” ujarnya.
Sidak ini sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar tidak bermain harga dan mutu. Negara, kata Budi, akan terus hadir untuk menjaga stabilitas pangan—terutama di momentum krusial seperti Ramadan yang kerap dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan berlebih.
(Binsar Simatupang)