The Indonesia Times - Upaya peningkatan keselamatan berkendara menjadi alasan utama di balik pemeliharaan ruas Tol Jakarta–Tangerang yang masih berlangsung hingga 2 Juni 2026. PT Jasa Marga melakukan perbaikan di sejumlah titik guna memastikan kualitas jalan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas kendaraan.
Pekerjaan yang meliputi rekonstruksi perkerasan dan metode Scrapping, Filling, Overlay (SFO) ini dilakukan secara bertahap dengan penutupan lajur di titik tertentu. Strategi tersebut dipilih untuk menekan risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang menurun sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap berjalan.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Ginanjar Bekti Rakhmanto, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam proyek ini. “Perbaikan ini kami lakukan untuk memastikan pengguna jalan mendapatkan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman. Kondisi jalan yang prima sangat penting untuk menekan potensi kecelakaan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pekerjaan difokuskan di titik-titik yang mengalami penurunan kualitas, seperti di sekitar KM 9 hingga KM 23 arah Jakarta serta beberapa ruas menuju Tangerang. Selain itu, akses strategis seperti off ramp Kebun Jeruk juga turut diperbaiki.
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan masih dapat melintas melalui lajur lain yang tetap dibuka. Namun, potensi perlambatan kendaraan tetap ada, terutama pada jam sibuk.
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas. Pengendara juga disarankan memilih waktu perjalanan di luar jam padat atau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.