TheIndonesiaTimes.com - Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly (Amure), mengkritik rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan menutup tujuh sekolah akibat kekurangan murid. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang dijamin konstitusi, sehingga penutupan sekolah justru akan membatasi akses anak-anak di pelosok.
“Jumlah siswa sedikit bukan alasan untuk menutup sekolah. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” kata Amure, Selasa (24/9/2025).
Baca juga: Lonjakan Mahasiswa Indonesia ke Singapura Soroti Daya Saing Kampus Nasional
Menurutnya, solusi yang lebih tepat adalah penggabungan sekolah secara bertahap, peningkatan kualitas guru, pemanfaatan teknologi pembelajaran, hingga penguatan program afirmasi pendidikan seperti beasiswa dan penempatan guru ASN di daerah terpencil.
Baca juga: Tragedi AFA Ungkap Luka Lama Perundungan, DPR Nilai Negara Abai Lindungi Anak
Amure menambahkan, kebijakan instan menutup sekolah hanya akan melemahkan semangat pemerataan pendidikan. “Sekolah harus diperkuat, bukan ditutup. Komisi X DPR siap mendorong Kemendikdasmen agar mencari solusi terbaik bagi anak-anak Aceh,” tegasnya.
Baca juga: Komisi X DPR Soroti Dugaan 700 Ribu Anak Papua Tak Bersekolah
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Aceh Barat berencana menutup tujuh sekolah dasar dan menengah karena jumlah siswa tidak memenuhi standar.
Editor : Rico