The Indonesia Times - Tren meningkatnya jumlah pelajar Indonesia yang menempuh studi di Singapura kian menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan sekitar 10.000 mahasiswa Indonesia memilih negara tersebut sebagai tujuan pendidikan tinggi, mencerminkan pergeseran preferensi ke kampus dengan reputasi global.

Fenomena ini berlangsung seiring menguatnya posisi sejumlah universitas di Singapura dalam pemeringkatan internasional. Hasil QS World University Rankings by Subject 2026 menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai program studi, termasuk di Singapore Management University (SMU).

Program Ilmu Hukum SMU mencatat lonjakan tajam dengan naik 45 peringkat ke posisi 56 dunia. Selain itu, program Bisnis & Manajemen serta Akuntansi & Keuangan juga menembus 50 besar global, memperlihatkan penguatan di bidang ilmu sosial dan ekonomi yang banyak diminati mahasiswa internasional.

Presiden SMU, Lily Kong, menyatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi peningkatan kualitas akademik dan riset. “Hasil ini menunjukkan upaya kolektif dalam memperkuat pendidikan dan menghasilkan dampak nyata di tingkat global,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, data pemeringkatan QS menunjukkan persaingan pendidikan tinggi semakin ketat dengan melibatkan ribuan program studi dari berbagai negara. Penilaian dilakukan berdasarkan reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, hingga produktivitas riset.

Dengan kondisi tersebut, lonjakan jumlah pelajar Indonesia di Singapura tidak hanya mencerminkan pilihan individu, tetapi juga menjadi indikator perubahan lanskap pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif dan berbasis kualitas.