TheIndonesiaTimes, Jakarta - Konglomerat Sugianto Kusuma, atau dikenal sebagai Aguan, adalah salah satu pengusaha yang berkontribusi dalam pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang diprakarsai oleh Jokowi. Dia menjabat sebagai Ketua Konsorsium Nusantara yang membawahi perusahaan-perusahaan milik konglomerat Indonesia.
Aguan adalah pemilik dan pendiri salah satu konglomerasi properti terbesar di Indonesia, Agung Sedayu Group. Nama aslinya adalah Guo Zaiyuan yang kemudian berubah menjadi Sugianto Kusuma atau Aguan.
Dia lahir pada tahun 1951. Seperti banyak orang Tionghoa, keluarganya berpindah-pindah tempat tinggal. Dia pernah tinggal di Palembang dan bersekolah di Sekolah Menengah Tionghoa Jugang Zhongxue, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta pada tahun 1965.
Dalam buku "9 Jalan Pengusaha: Kisah dan Inspirasi Pengusaha Tangguh Indonesia" (2013), disebutkan bahwa Aguan pertama kali terjun ke dunia bisnis saat bekerja sebagai penjaga gudang dan pembantu di kantor perusahaan impor. Kinerjanya yang baik membuatnya naik jabatan menjadi pengurus administrasi perusahaan.
Titik balik dalam hidupnya terjadi ketika ia bertemu dengan pemborong bahan bangunan. Persahabatan ini membuatnya belajar tentang bisnis properti dan bangunan.
Pada tahun 1971, Aguan memulai bisnis sendiri yang menjadi cikal bakal Agung Sedayu Group. Ia beruntung karena iklim politik dan ekonomi Orde Baru sangat mendukung, sehingga bisnisnya berkembang pesat. Dalam waktu 10 tahun, dia sudah mengerjakan berbagai proyek konstruksi setelah proyek pertamanya, Harco Mangga Dua.
Keberhasilan ini menjadi portofolionya untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.
Menurut Leo Suryadinata dalam "Prominent Indonesian Chinese Biographical Sketches" (2015:108), saat mengembangkan bisnis properti lain, Aguan bertemu dengan Tommy Winata (TW), seorang pengusaha Tionghoa di sektor perbankan dan properti. Keduanya kemudian bekerja sama.
Kerjasama ini menghasilkan kawasan real estate besar seperti Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, dan kawasan perkantoran elit SCBD Sudirman.
Pembangunan kawasan bisnis ini membuat Agung Sedayu semakin besar dan terkenal, begitu pula dengan Tommy Winata melalui konglomerasi Artha Graha Network. Keduanya mendapatkan keuntungan yang melimpah.
Bisnis properti Agung Sedayu Group terus berkembang. Dalam laman resmi perusahaan, tercatat ada 57 properti di bawah Agung Sedayu yang tersebar di Jabodetabek. Sejak tahun 2021, bisnis Aguan semakin berkembang dengan melakukan back door listing melalui akuisisi perusahaan publik di bursa.
Melalui PT Multi Artha Pratama (MAP), perusahaan yang dimiliki oleh Agung Sedayu Group (ASG), Aguan masuk ke emiten kaleng dan kemasan, PT Pratama Abadi Nusa Tbk. (PANI), yang kemudian namanya berubah menjadi Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) dengan sektor bisnis yang juga berubah ke bidang properti.
Kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 42,73 triliun dengan kepemilikan 55,57% saham PANI secara tidak langsung melalui PT Agung Sedayu.
Selain menjadi Direktur Utama PANI, Aguan juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Artha Graha International milik Tommy Winata.
Meski kaya, Aguan tetap aktif dalam kegiatan filantropis. Bersama istrinya, Lin Liping, dia berkontribusi besar dalam membantu masyarakat miskin di Jakarta dan aktif dalam Yayasan Budha Tzu Chi sejak awal berdirinya hingga sekarang.
Editor : Rico