The Times Indonesia - Tren kafe di Surabaya terus berkembang, tidak lagi sekadar menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga pengalaman yang menyatu dengan gaya hidup urban.
Di tengah persaingan tersebut, HANAKA Social Space muncul sebagai salah satu rujukan baru bagi kalangan muda hingga profesional yang membutuhkan ruang fleksibel untuk beraktivitas.
Berlokasi di Jl. Flores No.18, Ngagel, Wonokromo, HANAKA mengusung konsep social space menggabungkan fungsi tempat kerja, titik temu sosial, hingga ruang hiburan dalam satu area.
Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 03.00 WIB, menjadikannya pilihan bagi pengunjung dengan ritme aktivitas yang panjang.
Owner HANAKA Social Space, Prasetyo Hadi Susanto atau yang akrab disapa Bang Yok, menyebut perubahan perilaku konsumen sebagai latar belakang konsep tersebut.
“Sekarang orang datang ke kafe tidak hanya untuk makan atau minum. Mereka ingin tempat yang bisa dipakai untuk berbagai aktivitas, dari kerja sampai bertemu teman,” ujarnya.
HANAKA dirancang dengan pembagian area yang menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Bagian depan dengan pencahayaan hangat mendukung suasana santai dan interaksi sosial, sementara area belakang yang lebih tenang dimanfaatkan untuk bekerja atau rapat informal.
Fasilitas seperti Wi-Fi, area indoor dan outdoor, serta pilihan smoking dan non-smoking turut melengkapi kenyamanan. Tersedia pula ruang VIP dan VVIP bagi pengunjung yang membutuhkan privasi lebih.
Tidak hanya itu, HANAKA juga rutin menghadirkan live music dan DJ performance, terutama pada malam hari. Sejumlah kegiatan komunitas, seperti workshop kreatif hingga nonton bareng, ikut memperkuat fungsi ruang sebagai pusat interaksi sosial.
Dari sisi kuliner, HANAKA menawarkan menu yang cukup beragam, mulai dari kopi, minuman non-kopi, hingga makanan ringan dan hidangan utama.
Beberapa menu yang menjadi rekomendasi antara lain Avocado Coffee dengan tekstur creamy, Cendol Coffee yang menggabungkan sentuhan lokal, hingga Blue Cheese Latte dengan karakter rasa unik.
Untuk minuman dingin, Sea Salt Butterscotch dan Pistachio Latte menjadi pilihan dengan profil rasa yang lebih kompleks.
Di kategori makanan, Kaarage Rice Bowl dan Mentai Rice Bowl menjadi opsi utama yang praktis dan mengenyangkan. Sementara camilan seperti Korean Chicken Wings dan Crispy Chicken Skin cukup populer sebagai teman bersantai.
Dari segi harga, HANAKA menawarkan rentang yang relatif ramah di kantong. Menu termurah dimulai dari sekitar Rp14 ribu, sementara harga tertinggi berada di kisaran Rp28 ribu.
Jika dibandingkan dengan kafe sekelas di Surabaya, harga di HANAKA tergolong kompetitif. Secara umum, kafe di kota ini mematok harga minuman di kisaran Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, sementara makanan dapat mencapai Rp48 ribu hingga Rp100 ribu, terutama untuk konsep premium.
Dengan rentang harga Rp14 ribu hingga Rp28 ribu, HANAKA berada di level menengah bawah, namun tetap menawarkan fasilitas dan pengalaman yang setara dengan kafe di kelas yang lebih tinggi.
Posisi ini menjadikan HANAKA sebagai opsi yang relatif inklusif, baik bagi mahasiswa, pekerja muda, maupun komunitas kreatif yang membutuhkan ruang nyaman tanpa beban biaya tinggi.
Kehadiran HANAKA Social Space mencerminkan perubahan kebutuhan masyarakat urban di Surabaya. Batas antara ruang kerja, hiburan, dan interaksi sosial semakin cair, sehingga muncul kebutuhan akan tempat yang mampu mengakomodasi semuanya secara bersamaan.
Dengan konsep fleksibel, aktivitas yang beragam, serta harga yang kompetitif, HANAKA menjadi salah satu alternatif ruang gaya hidup yang layak dipertimbangkan.
Di tengah padatnya pilihan kafe di Surabaya, tempat seperti HANAKA tidak hanya berfungsi sebagai lokasi singgah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun koneksi dan menikmati waktu dengan lebih bermakna.