The Indonesia Times - Majelis Pakar Iran yang terdiri dari 88 ulama Syiah berpengaruh dilaporkan telah memilih Mojtaba Khamenei, putra dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sebagai calon penggantinya. Keputusan tersebut disebut-sebut menandai kelanjutan garis kebijakan keras Teheran terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Informasi mengenai terpilihnya Mojtaba, Rabu (4/3/2026) diungkapkan sumber yang mengetahui proses tersebut kepada Iran International. Sumber itu menyebutkan pemilihan Mojtaba tidak lepas dari tekanan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), institusi militer elite Iran yang memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan negara tersebut.
Baca juga: AS Targetkan Jaringan Minyak Iran, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga
Mojtaba Khamenei diketahui pernah bertugas di IRGC dan selama kepemimpinan ayahnya disebut memiliki kendali signifikan terhadap institusi tersebut. Faktor kedekatan dengan IRGC dinilai menjadi salah satu alasan utama dukungan terhadapnya menguat di internal Majelis Pakar.
Baca juga: Minyak Dunia Tembus US$100, Ini Langkah Darurat Pemerintah Indonesia
Laporan Iran International itu diperkuat pemberitaan The New York Times yang menyebut Mojtaba sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala Republik Islam Iran berikutnya. Mengutip pejabat Iran yang mengetahui pembahasan internal, surat kabar tersebut menyebut pengumuman resmi dapat dilakukan paling cepat pada Rabu pagi waktu setempat.
Meski demikian, laporan itu juga menyebut adanya keberatan dari sejumlah ulama di Majelis Pakar. Mereka khawatir penunjukan Mojtaba dapat meningkatkan risiko dirinya menjadi sasaran Amerika Serikat dan Israel, mengingat posisinya yang strategis dan profil politiknya yang keras.
Baca juga: Dave Laksono: Izin Militer AS Masuk Wilayah Udara RI Harus Lewat Prosedur
Disebutkan pula bahwa para ulama menggelar dua pertemuan virtual pada Selasa untuk membahas isu suksesi tersebut. Di saat yang sama, media Iran melaporkan sebuah gedung di Kota Qom dalam kondisi kosong ketika militer Israel mengumumkan rencana serangan udara yang menargetkan Majelis Pakar—lembaga yang secara resmi bertugas memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran.
Editor : Rico