The Indonesia Times - Gencatan senjata sementara antara Donald Trump dan Iran selama dua minggu mulai Rabu (8/4/2026) dinilai sebagai langkah taktis yang masih menyisakan ketegangan. Kesepakatan ini bergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz sebagai jalur vital energi dunia.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan itu mencakup penghentian sementara seluruh serangan militer. Namun, komitmen tersebut bersyarat pada jaminan akses pelayaran yang aman dan segera di Selat Hormuz.
Baca juga: Negosiasi Buntu, Iran Siap Buka Front Baru Hadapi Amerika dan Israel
Melalui Truth Social, Trump menyatakan kesediaan menghentikan serangan, dengan penekanan pada kesepakatan timbal balik dari Iran.
Baca juga: Donald Trump Setujui Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Ini Alasannya
Di sisi lain, media pemerintah Iran membingkai pengumuman tersebut sebagai bentuk penerimaan Amerika Serikat terhadap syarat Tehran, menandakan perbedaan narasi di antara kedua pihak.
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir Besok, Trump Tunggu Hasil Negosiasi
Meski ketegangan mereda, kesepakatan ini masih bersifat sementara dan berpotensi berubah jika syarat strategis yang diajukan tidak terpenuhi.
Editor : Rico