Lingkungan

Demo di Sergai, Massa Desak Kapolda Sumut Periksa Direktur Tambak Udang

Reporter : Rico
Koordinator lapangan menyebut aktivitas tambak diduga menyebabkan penebangan hutan mangrove secara ilegal yang berujung pada abrasi parah.

The Indonesia Times - Ratusan warga Dusun I, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, menggelar aksi unjuk rasa damai menuntut penegakan hukum atas dugaan penguasaan lahan ilegal oleh perusahaan tambak udang.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara segera memeriksa Direktur PT Tambak Udang Kuala Bedagai, Tekardjo Angkasa alias Atek, terkait dugaan pelanggaran lahan dan perusakan lingkungan.

Baca juga: KAJ Gelar Jalan Santai Kebhinnekaan, Angkat Isu Lingkungan dan Toleransi

Ketua Umum ALISSS, Zuhari, mengungkapkan adanya kejanggalan dalam dokumen kepemilikan lahan seluas sekitar 105 hektare. Ia menyebut lokasi dalam akta berbeda dengan kondisi di lapangan.

“Di dokumen tertulis berada di Dusun III, tapi faktanya dikuasai di Dusun I. Ini jelas tidak sesuai,” ujarnya usai aksi, Sabtu (9/5/2026).

Selain persoalan lokasi, massa juga menyoroti dugaan ketidakpatuhan pajak sejak pengelolaan lahan oleh perusahaan sebelumnya hingga saat ini. Warga menilai potensi kerugian negara bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca juga: 2.000 Perempuan Tanam Pohon di Singhasari, Dorong Aksi Nyata Kurangi Emisi

Tak hanya itu, isu lingkungan menjadi sorotan utama. Koordinator lapangan menyebut aktivitas tambak diduga menyebabkan penebangan hutan mangrove secara ilegal yang berujung pada abrasi parah.

Pantai Merdeka dilaporkan mengalami abrasi hingga tiga kilometer, membuat permukiman warga kini lebih rentan terhadap gelombang laut.

Baca juga: Bank Sampah dan Minyak Jelantah, Solusi Lingkungan ala RW Bangka

Aksi yang berlangsung tertib ini mendapat pengawalan aparat dari Polres Sergai untuk menjaga situasi tetap kondusif. Hingga kini, warga mendesak agar laporan yang telah masuk sejak Agustus 2025 segera ditindaklanjuti secara hukum.

(Binsar Simatupang)

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru