The Indonesia Times - Kasus dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kalimantan Barat tak hanya memicu kehebohan di media sosial, tetapi juga membuka kembali persoalan klasik lemahnya pengawasan distribusi energi bersubsidi.
Video viral yang memperlihatkan pemindahan BBM dari mobil tangki di kawasan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, menjadi pintu masuk kritik publik terhadap sistem yang dinilai masih rentan disalahgunakan.
Baca juga: Viral! Gedung Dinas di Tangsel Diduga Jadi Garasi Motor Mewah Pejabat
Meski distribusi BBM telah dilengkapi teknologi pemantauan seperti GPS, dugaan praktik penyimpangan tetap terjadi di lapangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar soal efektivitas pengawasan, terutama dalam memastikan BBM subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.
Baca juga: 150 Ton Solar Diduga Ditimbun di Marelan, Aparat Bongkar Gudang Berkedok Bengkel
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan tengah melakukan investigasi mendalam. Area Manager Communication, Relations & CSR, Edi Mangun, menegaskan perusahaan tidak akan mentolerir pelanggaran dalam distribusi energi bersubsidi. “Jika terbukti ada pelanggaran, kami akan memberikan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja bagi awak mobil tangki yang terlibat, serta sanksi administratif kepada perusahaan transportir,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Namun, kasus ini juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM subsidi, termasuk potensi keterlibatan pihak lain di luar operator lapangan. Dugaan keterkaitan dengan oknum tertentu yang sempat beredar di publik semakin memperkuat desakan transparansi dalam penanganan kasus ini.
Baca juga: Viral SPBU Juanda Bekasi Isi Pertalite Berisi Air: “Kami Mohon Maaf”
Hingga kini, aparat penegak hukum masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Editor : Rico