Yili Indonesia Integrasikan CSR ke Strategi Bisnis Jangka Panjang

Reporter : Rico
Melalui brand Joyday, Yili meraih predikat Bintang 5. Foto ist

The Indonesia Times - Bukan sekadar penghargaan, capaian TOP CSR Awards 2026 yang diraih PT Yili Indonesia Dairy justru menegaskan arah baru perusahaan dalam memperluas dampak sosial dari operasional bisnis ke masyarakat sekitar.

Melalui brand Joyday, Yili meraih predikat Bintang 5, kategori tertinggi, atas keberhasilan mengintegrasikan program tanggung jawab sosial (CSR) dan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis berkelanjutan. Penghargaan tersebut diterima pada 25 Mei 2026.

Baca juga: Sukses Terapkan GCG, Bank Jakarta Sabet Gold Compliance Award

Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, menegaskan bahwa fokus perusahaan kini tidak hanya pada pertumbuhan industri, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari tanggung jawab sosial, tetapi sudah menjadi inti dari strategi bisnis kami ke depan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Garuda Indonesia Cetak Prestasi Global, Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026

Dalam praktiknya, pendekatan ini diwujudkan melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan lokal, khususnya di sekitar kawasan operasional Cikarang. Mulai dari pemberdayaan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga program sosial seperti bantuan bagi anak berkebutuhan khusus dan penderita kanker.

Selain itu, Yili juga memperkuat aspek internal melalui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), efisiensi operasional, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan tanggung jawab lingkungan.

Baca juga: Bank Sampoerna Dorong Pinjaman Fleksibel untuk Atasi Tantangan Modal UMKM

Yu Miao menambahkan, ke depan perusahaan akan meningkatkan kolaborasi lintas sektor serta memperkuat evaluasi program agar manfaatnya semakin luas.
“Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar relevan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Yili menempatkan CSR bukan lagi sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama dalam membangun pertumbuhan bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru