The Indonesia Times- PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) memperkuat peran teknisi dalam industri tata udara nasional melalui program apresiasi bertajuk DAIKIN Installer Program. Inisiatif ini diluncurkan bertepatan dengan satu tahun kehadiran AC Nusantara Prestige di pasar Indonesia. Berbeda dari sekadar perayaan produk, langkah ini menjadi strategi DAIKIN dalam membangun ekosistem layanan yang lebih kuat, dengan teknisi sebagai garda terdepan kualitas instalasi dan perawatan AC.
“Teknisi memiliki peran penting dalam memastikan kualitas pemasangan dan performa produk di tangan konsumen. Program ini adalah bentuk apresiasi kami,” ujar General Manager Retail Sales DAIKIN, Alexander Eko Wibowo, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Menteri Muhaimin Iskandar Apresiasi DAIKIN di Paritrana Award 2025
Program yang berlangsung nasional selama enam bulan mulai 2 Juni 2026 ini memberikan insentif Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap instalasi unit AC Nusantara Prestige oleh teknisi. DAIKIN juga menggandeng sembilan asosiasi teknisi dari berbagai wilayah, termasuk organisasi nasional seperti APITU, ASISI, dan PTRTU, hingga komunitas daerah di Bali, Riau, Bandung, dan Jabodetabek. Kolaborasi ini tak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga mendorong standarisasi kualitas layanan teknisi di berbagai daerah. Asosiasi dengan performa klaim tertinggi bahkan akan mendapat insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan.
Baca juga: Go Internasional, DAIKIN Designer Award 2026 Bidik Talenta Desain Asia Tenggara
Nusantara Prestige sendiri merupakan lini AC hunian pertama DAIKIN yang diproduksi di Indonesia, terdiri dari tiga model: Alpha Inverter, Beta Inverter, dan SMS. Melalui program ini, DAIKIN menegaskan fokusnya tidak hanya pada penjualan produk, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan purna jual dan kompetensi teknisi.
Baca juga: Daikin Perpanjang Garansi AC hingga 5 Tahun, Ini Keuntungan untuk Konsumen
“Harapannya, kolaborasi ini menciptakan pengalaman penggunaan AC yang lebih optimal sekaligus memperkuat industri tata udara nasional,” tutup Alexander. Langkah ini sekaligus menandai pergeseran strategi industri, di mana keberhasilan produk kini semakin ditentukan oleh kualitas layanan di lapangan.
Editor : Rico