The Indonesia Times - Rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita memicu kekhawatiran baru, bukan hanya soal daya beli masyarakat, tetapi juga potensi makin maraknya praktik penimbunan dan permainan distribusi di lapangan.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, menilai persoalan utama bukan sekadar harga, melainkan lemahnya pengawasan rantai distribusi yang selama ini membuat harga di pasar kerap melambung jauh di atas ketentuan pemerintah.
Baca juga: Purbaya Sebut Wilmar hingga Musim Mas Terkait Dugaan Transfer Pricing CPO
“Kalau pengawasan tetap lemah, kenaikan HET justru bisa jadi celah bagi oknum untuk mencari keuntungan berlebih,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menyoroti fakta di lapangan di mana harga MinyaKita sudah tembus Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter, jauh di atas HET saat ini Rp15.700. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya masalah distribusi yang belum terselesaikan.
Di tengah tekanan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan pelemahan rupiah, pemerintah memang dihadapkan pada dilema. Namun, Nasim menegaskan kebijakan harga tidak boleh dilepaskan dari kontrol distribusi yang ketat.
Baca juga: Saudi Aramco Bukukan Laba Rp521 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah
Menurutnya, tanpa langkah tegas, kenaikan HET justru berisiko menciptakan kelangkaan semu di pasar, memperlebar disparitas harga, dan paling merugikan masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi target utama program MinyaKita.
Ia mendesak Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan, serta pemerintah daerah untuk turun langsung mengawasi peredaran hingga ke tingkat pengecer. Penindakan hukum terhadap penimbun dan pelaku manipulasi distribusi juga dinilai harus diperkuat.
Baca juga: AS Targetkan Jaringan Minyak Iran, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga
“Ini bukan sekadar soal harga minyak goreng, tapi soal keadilan distribusi. Negara tidak boleh kalah dari spekulan,” tegasnya.
DPR menilai, keberhasilan kebijakan MinyaKita tidak hanya diukur dari penyesuaian harga, melainkan dari kemampuan pemerintah menjaga pasokan tetap tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau di tangan masyarakat.
Editor : Rico