The Indonesia Times - Perubahan perilaku konsumen mendorong industri makanan dan minuman untuk meningkatkan standar produk. Kini, masyarakat tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga aspek kesehatan, keamanan, dan dampak lingkungan.
Kondisi ini menjadi latar belakang digelarnya Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 pada 16–18 September mendatang. Ajang ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan kualitas dan inovasi di sektor pangan.
Baca juga: El Nino Capai 98 Persen, Risiko Lonjakan Harga Pangan Tak Terhindarkan
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan pelaku industri harus melampaui standar minimum yang ditetapkan regulator.
“Industri tidak cukup hanya memenuhi regulasi. Perlu peningkatan kualitas, keamanan, dan nilai gizi agar mampu bersaing sekaligus menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga riset penting untuk memastikan standar tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur SEAFAST Center IPB, Puspo Edi Giriwono, menekankan pentingnya pengawasan di seluruh rantai produksi pangan.
Baca juga: Honda Percepat Strategi Hybrid Global, Siapkan 15 Model Baru hingga 2030
“Keamanan pangan harus dijaga dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku hingga proses produksi. Pendekatan berbasis sains sangat dibutuhkan untuk memastikan produk aman dan berkualitas,” jelasnya.
Menurutnya, inovasi teknologi pangan juga berperan dalam meningkatkan nilai gizi sekaligus menekan risiko keamanan pangan.
Dari sisi penyelenggara, Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat, menyebut Fi Asia Indonesia sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri global. “Ajang ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong industri pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan kompetitif,” katanya.
Baca juga: Go Internasional, DAIKIN Designer Award 2026 Bidik Talenta Desain Asia Tenggara
Fi Asia Indonesia 2026 ditargetkan diikuti ratusan merek internasional dan puluhan ribu pengunjung. Kegiatan ini juga akan menghadirkan berbagai inovasi, termasuk bahan baku berkelanjutan dan teknologi pengolahan pangan.
Melalui ajang ini, industri diharapkan dapat mempercepat peningkatan standar sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk pangan di Indonesia. (Ipan)
Editor : Rico