Warga Medan Deli Resah, Bau Solar Menyengat Diduga Berasal dari Gudang Penimbunan BBM

Reporter : Rico
Warga meminta Polda Sumatera Utara, Polres Pelabuhan Belawan, hingga jajaran Polsek Labuhan melakukan pemeriksaan langsung terhadap gudang tersebut. Foto Binsar

The Indonesia Times - Warga di Jalan Aluminium Raya I, Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, mengaku resah dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di sebuah gudang.

Keresahan muncul setelah lokasi yang sebelumnya disebut digunakan sebagai tempat parkir truk luar kota itu diduga beralih fungsi menjadi gudang penimbunan BBM. Warga menyebut aktivitas tersebut baru berlangsung beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Polrestabes Medan Gerebek THM di Patumbak, 5 Pil Ekstasi Disita

Selain bau yang menyengat, warga juga menduga terdapat aktivitas pencampuran BBM dengan bahan lain. Dugaan itu memunculkan pertanyaan mengenai legalitas usaha, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan distribusi dan pengelolaan BBM.

Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena lokasi gudang berada di tengah lingkungan masyarakat. Aroma BBM yang kuat membuat sebagian warga khawatir terhadap dampak kesehatan sekaligus potensi bahaya kebakaran.

“Bau BBM sangat menyengat. Kami khawatir kalau terjadi kebakaran, keselamatan warga yang paling terancam,” ujar seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar lokasi, Kamis (3/9/2026).

Baca juga: Towing Angkut Harley Davidson Ternyata Bawa 15 Kg Sabu, Dua Pelaku Ditangkap

Warga juga mengaku melihat kendaraan tangki berwarna biru putih masuk ke lokasi. Mereka menduga terdapat aktivitas pemindahan atau pengeluaran BBM pada malam hari. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan aparat dan instansi terkait.

Informasi yang beredar di kalangan warga menyebut gudang tersebut diduga dikelola oleh pemain lama yang kerap berpindah lokasi. Salah satu nama berinisial RE disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas tersebut. Tuduhan itu belum mendapatkan konfirmasi dari pihak yang disebut.

Warga meminta Polda Sumatera Utara, Polres Pelabuhan Belawan, hingga jajaran Polsek Labuhan melakukan pemeriksaan langsung terhadap gudang tersebut. Mereka berharap aparat tidak menunggu sampai terjadi insiden sebelum mengambil tindakan.

Baca juga: KAI Sumut Layani 1,39 Juta Pelanggan, Indeks Kepuasan Capai 4,42

Selain aspek perizinan, warga juga meminta aparat memastikan asal-usul BBM, pola distribusi, serta apakah seluruh kegiatan di lokasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Bagi warga, persoalan utama bukan hanya bau menyengat, tetapi juga jaminan keselamatan lingkungan. Mereka mendesak dugaan aktivitas penimbunan maupun pengolahan BBM diperiksa secara terbuka agar tidak menjadi ancaman bagi permukiman di sekitar lokasi. (Binsar Simatupang)

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru