TheIndonesiaTimes -Sebanyak 1.621 prajurit taruna dan bhayangkara taruna resmi menyelesaikan Pendidikan Dasar Integratif dan dilantik sebagai Prabhatar dalam upacara wisuda yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Para peserta yang dilantik terdiri dari 1.273 Taruna Akademi TNI—meliputi 713 Taruna Akmil, 350 Taruna AAL, dan 210 Taruna AAU—serta 348 Taruna Akpol yang terdiri atas 311 taruna dan 37 taruni. Setelah prosesi pelantikan, seluruhnya akan melanjutkan pendidikan lanjutan di akademi masing-masing sesuai matra.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan nilai historis kawasan Akmil Magelang yang dikenal sebagai Lembah Tidar, tempat yang sarat makna perjuangan sejak era Pangeran Diponegoro. Ia menyatakan bahwa pendidikan di kawasan tersebut membentuk karakter ksatria yang memilih pengabdian sebagai jalan hidup.
“Tempat ini merupakan pusat pembentukan ksatria yang memilih hidup dalam pengorbanan. Kalian telah memilih profesi pengabdian dan kehormatan,” kata Panglima TNI dalam sambutannya, Sabtu (29/11/2025).
Ia juga menyoroti bahwa para taruna TNI maupun Akpol mencerminkan keberagaman Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan, terutama bagi para calon perwira yang kelak bertugas menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
Pendidikan dasar integratif yang ditempuh selama empat bulan bertujuan membangun karakter solid TNI–Polri serta menanamkan dasar-dasar keperjuritan dan kepolisian sebagai fondasi sebelum memasuki pendidikan lanjutan.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara kedua institusi. “Di medan tugas mana pun, kalian harus saling memperkuat. Negara membutuhkan TNI dan Polri yang solid dan profesional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Akademi TNI dan Akademi Kepolisian juga mengumumkan Lulusan Terbaik Prabhatar 2025. Mereka adalah Pratar Moradon Ray More Sinaga (Akmil), Pratar Tri Agung Laksono Putra (AAL), Pratar Fahuda Pangestu (AAU), dan Bhatar Alfon Vekoli Laia (Akpol). Keempatnya meraih predikat terbaik berdasarkan penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan, serta ketangkasan jasmani