TheIndonesiaTimes - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Sumatra. Kali ini, KN Pulau Dana-323 diberangkatkan membawa 92,2 ton bantuan menuju Lhokseumawe, Aceh, dari Dermaga Macgobar, Batam. Keberangkatan kapal tersebut dilepas langsung oleh Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI, Laksma Bakamla Bambang Somantri, S.I.P., M.Si. Kapal yang dikomandani Letkol Bakamla Umar Dhani itu menjadi unsur kedua yang dikerahkan Bakamla RI dalam misi kemanusiaan, setelah sebelumnya KN Pulau Nipah-321 mengirimkan bantuan tahap pertama sebanyak 70 ton.
Dalam sambutannya, Laksma Bakamla Bambang Somantri menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Medan, dan Padang. Atas arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, seluruh jajaran Bakamla RI bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang dikirimkan difokuskan untuk wilayah Aceh dan akan diterima langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Logistik yang dibawa mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan sanitasi dan kesehatan, pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan bayi dan perempuan, serta peralatan darurat lainnya.
Total bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat Batam, instansi terkait, hingga keluarga besar Bakamla RI. Sejumlah lembaga dan organisasi turut berpartisipasi, di antaranya Zona Bakamla Barat, Unsur Patroli Zona Barat, BAZNAS, LAZIZMU, Perwira AAL Angkatan 53/2007, GAMKI Batam, serta sejumlah perusahaan dan komunitas masyarakat. Lebih dari 60 warga Batam juga tercatat menyerahkan bantuan secara langsung. “Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak. Bagi Bakamla RI, menjaga laut berarti juga menjaga rakyat Indonesia,” ujar Laksma Bakamla Bambang Somantri, Selasa (23/12/2025).
Bakamla RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Solidaritas dan kepedulian yang terbangun dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana kemanusiaan.