The Indonesia Times - Musisi Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen kembali menegaskan identitas musikalnya lewat single terbaru “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, yang menjadi bagian dari album penuh Resonance.

Lagu ini menandai langkah Ifan untuk kembali merawat warisan musik Seventeen yang telah membesarkan namanya.
Diciptakan bersama Opik Kurdi, lagu tersebut mengangkat kisah hubungan yang perlahan berubah—ketika kebersamaan masih ada, namun perasaan tak lagi sejalan. Dengan aransemen sederhana dan vokal yang hangat, Ifan menghadirkan nuansa emosional yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Lagu ini tentang pasangan yang sebenarnya sudah tidak nyaman, tapi tetap bertahan karena takut keluar dari zona aman,” ujar Ifan dalam perilisan album di Jakarta, belum lama ini.

Album Resonance menjadi refleksi perjalanan batin Ifan setelah melalui berbagai fase pencarian musikal pascatragedi 2018. Ia mengakui sempat menjajal banyak warna musik, namun akhirnya memilih kembali ke karakter khas Seventeen.

“Di album ini gue ingin mengembalikan rasa dan musiknya Seventeen. Ternyata itu jati diri gue sebagai musisi,” katanya, Sabtu (31/1/2026).

Berisi 10 lagu dengan cerita berbeda, Resonance diharapkan meninggalkan gaung emosional yang bertahan lama. Bagi Ifan, album ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan cara untuk menjaga warisan musik Seventeen tetap hidup dan relevan lintas generasi.