The Indonesia Times - Pameran teknologi kelapa sawit internasional PALMEX Jakarta 2026 resmi digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO), Rabu (6/5/2026). Memasuki edisi ke-16, ajang ini menyoroti percepatan inovasi dan digitalisasi sebagai kunci menghadapi tantangan industri sawit global.

Lebih dari 300 merek dari Asia dan Eropa ambil bagian dalam pameran yang berlangsung selama dua hari ini. Sekitar 7.000 profesional industri diperkirakan hadir untuk menjajaki peluang bisnis, teknologi, serta kolaborasi lintas negara.

CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, mengatakan transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak di seluruh rantai industri sawit. Mulai dari sektor perkebunan hingga hilirisasi, adopsi teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus daya saing global.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan agar industri sawit tetap relevan dan kompetitif,” ujarnya.

Di tengah kontribusi besar sektor sawit terhadap perekonomian nasional, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong keseimbangan antara peningkatan produksi dan penguatan hilirisasi. Langkah ini bertujuan menciptakan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan seperti oleokimia, pangan olahan, hingga bioenergi.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sembilan provinsi sentra menyumbang 86,80 persen produksi minyak sawit nasional sepanjang 2020–2024. Sementara itu, produksi pada 2024 tercatat mencapai 47,47 juta ton, naik 0,83 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain pameran teknologi, PALMEX Jakarta 2026 juga menghadirkan berbagai seminar strategis. Topik yang dibahas mencakup kerja sama internasional, penguatan sertifikasi, transparansi rantai pasok, hingga tantangan industri sawit global, termasuk dinamika produksi di Thailand.

Melalui forum ini, pelaku industri diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri sawit dunia.

(Deny)