The Indonesia Times - Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini diumumkan setelah hasil pemantauan hilal yang menjadi acuan kalender Islam.

Mengutip laporan Kantor Berita Saudi, keputusan tersebut disampaikan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi yang menyatakan bahwa Kamis (19/3) merupakan hari ke-30 Ramadan, sehingga Idul Fitri dimulai keesokan harinya.

“Mahkamah Agung memutuskan bahwa Jumat adalah hari raya Idul Fitri,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari media pemerintah.

Penentuan Idul Fitri di Arab Saudi mengikuti metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit, yang menjadi dasar dalam kalender lunar Islam. Hari raya ini menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan, salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan umat Muslim.

Sebagai pusat dunia Islam, Arab Saudi menjadi rujukan banyak negara dalam penetapan awal bulan Hijriah. Negara ini juga menjadi lokasi dua kota suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Di tengah perayaan Idul Fitri tahun ini, situasi global turut menjadi perhatian. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung, menyusul eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara dan berdampak pada stabilitas regional.

Meski demikian, umat Muslim di berbagai belahan dunia tetap menyambut Idul Fitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.