Energi Bersih

Menuju Karbon Bersih 2040, Haleon Manfaatkan Energi Surya

Reporter : Rico
PLTS Atap ini terpasang di area seluas 2.382 meter persegi dengan 678 panel fotovoltaik berteknologi monocrystalline silicon. Foto ist

The Indonesia Times - Haleon Indonesia memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas manufakturnya di Pulo Gadung, Jakarta Timur, sebagai bagian dari upaya mendukung operasional berkelanjutan dan transisi energi nasional.

Peresmian instalasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D.

Baca juga: Investasi USD 490 Juta, Supreme Energy Kembangkan PLTP Muara Laboh Unit 2

PLTS Atap ini terpasang di area seluas 2.382 meter persegi dengan 678 panel fotovoltaik berteknologi monocrystalline silicon. Dengan kapasitas terpasang 416,97 kWp, sistem ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun atau setara 15 persen kebutuhan energi pabrik, sekaligus menurunkan jejak karbon hingga 449 ton CO₂ per tahun.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab strategis industri kesehatan konsumen.“Sebagai sektor yang berperan langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat sehari-hari, industri consumer health tentu memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketersediaan produk yang aman, bermutu, serta berkelanjutan. Melalui inisiatif pemanfaatan energi surya ini, Haleon Indonesia mencerminkan bagaimana produsen dapat terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk yang membantu masyarakat sekaligus menerapkan praktik produksi yang selaras dengan regulasi dan perlindungan lingkungan,” ujarnya, Jum'at (23/1/2026).

Presiden Direktur Haleon Indonesia, Dhanica Dumo Mae-Tiu, mengatakan pemasangan PLTS Atap merupakan bagian dari integritas cara perusahaan beroperasi. “Tujuan kami adalah menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan menjunjung nilai kemanusiaan, dan hal tersebut dimulai dari integritas cara kami beroperasi. Kami ingin masyarakat Indonesia yang mengandalkan produk kami setiap hari merasakan manfaat tidak hanya dari efektivitas produk, tetapi juga dari praktik produksi yang bertanggung jawab di baliknya,” katanya.

PLTS Atap tersebut juga dilengkapi inverter pintar berbasis kecerdasan buatan serta dashboard energi terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk memantau konsumsi energi secara real-time. Pabrik Haleon Indonesia di Pulo Gadung telah beroperasi sejak 1994 dan melayani pasar domestik serta Asia Tenggara.

Pemanfaatan energi surya ini sejalan dengan komitmen global Haleon untuk mencapai nol emisi karbon bersih pada 2040, sekaligus mendukung target nasional peningkatan bauran energi terbarukan dan percepatan transisi energi.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru