Kuala Tanjung

CMA CGM Masuk Kuala Tanjung, Jalur Ekspor Baru Resmi Dibuka

Reporter : Rico
President Director CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali, menyebut layanan BBX3 akan beroperasi dua mingguan untuk memperkuat konektivitas perdagangan regional.

The Indonesia Times - Pelabuhan Kuala Tanjung mulai menunjukkan peran strategisnya dalam rantai logistik global setelah PT Prima Multi Terminal (PMT) melayani pelayaran langsung internasional perdana milik CMA CGM melalui layanan BBX3 CNC.

Kapal MV CMA CGM FUJI sandar pada 11 Mei 2026 dengan muatan sekitar 250 TEUs peti kemas. Layanan ini menghubungkan Kuala Tanjung dengan sejumlah pelabuhan utama seperti Singapura, Port Klang, Vietnam, hingga China Selatan tanpa perlu transshipment di pelabuhan lain.

Baca juga: Lonjakan Konsumsi Narkoba Mencapai 1,5 Ton per Bulan di Sumut, Alarm Bahaya untuk Indonesia Emas 2045

Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, menilai kehadiran direct call ini menjadi terobosan penting dalam memangkas rantai distribusi logistik.

“Dengan pelayaran langsung, waktu pengiriman lebih singkat dan biaya logistik berpotensi turun. Ini meningkatkan daya saing ekspor dari Sumatera Utara,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Langkah ini juga memperkuat posisi Kuala Tanjung yang berada di jalur strategis Selat Malaka, salah satu rute perdagangan tersibuk dunia. Selama ini, sebagian besar arus barang dari wilayah tersebut masih bergantung pada pelabuhan penghubung di luar negeri.

Baca juga: Banjir dan Longsor Sumatera, DPR Minta Izin Konsesi Hutan Dievaluasi Total

Sementara itu, President Director CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali, menyebut layanan BBX3 akan beroperasi dua mingguan untuk memperkuat konektivitas perdagangan regional.

“Direct call ini membuka akses langsung ke pasar strategis Asia dan memperkuat rantai pasok yang lebih efisien,” katanya.

Baca juga: Ribuan Sekolah Terendam Banjir, Pemerintah Diminta Sediakan Tenda Belajar

Kehadiran jalur pelayaran ini juga diharapkan mendorong aktivitas ekspor dari kawasan industri di sekitar Kuala Tanjung, termasuk KEK Sei Mangkei.

Dengan konektivitas yang semakin terbuka, Kuala Tanjung dinilai mulai bergerak dari pelabuhan domestik menuju hub logistik internasional, sekaligus mendukung upaya menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru