TheIndonesiaTimes - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah tegas terhadap Cloudflare, perusahaan penyedia layanan Content Delivery Network (CDN) yang hingga kini belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Cloudflare juga disebut menjadi layanan yang paling banyak digunakan oleh situs judi online.

Menurut Syamsu Rizal, yang akrab disapa Deng Ical, ketidakpatuhan Cloudflare terhadap regulasi nasional tidak dapat ditoleransi. Ia menilai bahwa perusahaan tersebut justru memberikan ruang bagi aktivitas ilegal. “Komdigi harus bertindak tegas terhadap perusahaan digital yang tidak mematuhi aturan Indonesia. Apalagi jika layanan mereka dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ilegal seperti judi online,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Komdigi dalam operasi terbaru telah men-take down sekitar 10 ribu situs judi online, dan 76 persen di antaranya menggunakan layanan Cloudflare. Data tersebut menguatkan desakan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi global yang beroperasi tanpa memenuhi kewajiban administratif di Indonesia.

Deng Ical menegaskan bahwa setiap penyelenggara layanan digital wajib tunduk pada regulasi nasional, termasuk kewajiban pendaftaran PSE. Ia menilai ketidakpatuhan dapat menghambat upaya pemerintah dalam memastikan keamanan ruang digital. “Masyarakat harus lebih selektif dalam memilih layanan digital. Sudah saatnya beralih ke platform yang taat aturan dan transparan dalam pengelolaan data,” katanya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi komunikasi dan digitalisasi, ia menambahkan bahwa pemerintah perlu menerapkan regulasi secara tegas dan adil agar ekosistem digital Indonesia tetap sehat serta terbebas dari penyalahgunaan teknologi.

Cloudflare merupakan satu dari 25 PSE lingkup privat yang belum terdaftar pada Komdigi sesuai Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 yang telah direvisi pada 2024. Selain belum memenuhi kewajiban administratif, perusahaan tersebut juga tidak memiliki perwakilan resmi maupun server di Indonesia.