TheIndonesiaTimes - Upaya percepatan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, memaparkan perkembangan terbaru keterlibatan prajurit TNI dalam operasi kemanusiaan tersebut. 

Hingga hari ini, 33.808 personel TNI dari tiga matra telah diterjunkan ke lapangan. Pasukan berasal dari komando kewilayahan maupun satuan-satuan pusat, termasuk jajaran Mabes TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Seluruhnya difokuskan untuk percepatan tanggap darurat di kawasan terdampak.

Brigjen Silalahi menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dilakukan melalui seluruh moda transportasi yang tersedia. Mulai dari pesawat angkut fixed dan rotary wing, KRI dan ADRI, kendaraan darat, hingga pasukan yang berjalan kaki saat rute darat tak lagi bisa dilewati. “Jika medan memaksa pasukan berjalan kaki untuk mencapai daerah terisolir, maka itu yang kita lakukan,” ujarnya menegaskan kesiapan prajurit menghadapi kondisi ekstrem, Rabu (10/12/2025).

Dalam mendukung kebutuhan pengungsi, TNI telah mengoperasikan 40 dapur lapangan di tiga provinsi. Fasilitas ini dikelola satuan Bekangdam dan Denbekang untuk memastikan suplai makanan tetap tersedia bagi warga yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah.

TNI juga mempercepat pemulihan akses transportasi dengan membangun delapan jembatan darurat, termasuk pengiriman peralatan jembatan bailey dari Tanjung Priok sejak 5 Desember. Infrastruktur sementara itu menjadi kunci untuk membuka jalur logistik ke wilayah yang sebelumnya terputus.

Di sektor kesehatan, TNI mengaktifkan 49 pos layanan medis dan menyiagakan dua KRI sebagai kapal kesehatan. Selain perawatan medis, tim trauma healing telah turun ke berbagai titik pengungsian untuk mendampingi anak-anak dan kelompok rentan. Kehadiran tim TNI AL yang datang menggunakan KRI dr. Rajiman memperkuat dukungan psikologis di lapangan.

Dalam waktu dekat, Puskes TNI dan Puskesad akan mengirim tenaga medis tambahan bekerja sama dengan dinas kesehatan daerah guna memperluas cakupan penanganan.

Melalui pengerahan besar-besaran personel, armada udara, laut, darat, pembangunan jembatan darurat, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial, TNI menegaskan komitmennya untuk hadir di garda terdepan membantu masyarakat Sumatera yang terdampak bencana. Seluruh langkah percepatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko bagi warga.