The Indonesia Times - Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina berharap kepemimpinan baru di BPJS Kesehatan mampu mempercepat pembenahan layanan kesehatan nasional. Harapan itu disampaikan menyusul penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031 oleh Prabowo Subianto.
Menurut Arzeti, lembaga dengan jutaan peserta dan kompleksitas layanan tinggi membutuhkan kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Memimpin lembaga sebesar BPJS Kesehatan bukan perkara mudah, tetapi saya optimistis Dirut baru mampu menjalankan amanah.
Pembenahan menyeluruh perlu dilakukan, terutama pada kualitas pelayanan, transparansi keuangan, dan penguatan sistem digital,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus memberikan dukungan sekaligus pengawasan terhadap kinerja BPJS Kesehatan. “Kami mendukung langkah strategis yang diambil, namun percepatan perbaikan layanan harus menjadi prioritas.
Keluhan antrean panjang, keterlambatan klaim rumah sakit, serta kendala akses di daerah terpencil perlu segera ditangani,” kata Arzeti.
Arzeti juga mendorong penguatan sinergi BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta agar mutu layanan lebih merata. “Transformasi digital harus benar-benar memudahkan peserta, bukan menambah kerumitan. Evaluasi berkala penting untuk memastikan kebijakan tepat sasaran,” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan kepemimpinan baru BPJS Kesehatan melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan. Masa jabatan direksi berlaku selama lima tahun.
Arzeti menilai perubahan kepemimpinan menjadi momentum memperkuat tata kelola lembaga dan meningkatkan kepercayaan publik. “BPJS Kesehatan harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Dengan integritas dan komitmen pelayanan publik, saya yakin kualitas layanan dapat semakin meningkat,” pungkasnya.