The Indonesia Times - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilmy Muhammad, meninjau kesiapan sarana dan prasarana publik di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (2/3/2026).

Peninjauan dilakukan menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya dalam memastikan kesiapan layanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat menghadapi arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam peninjauan itu, Hilmy memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari ruang tunggu, ruang kesehatan, hingga akses menuju stasiun bandara. Ia menegaskan pentingnya jaminan keselamatan tidak hanya di area stasiun, tetapi juga selama perjalanan kereta api berlangsung.

“Kita ingin memastikan bagaimana persiapan KAI mengupayakan keselamatan, perlindungan dan tentu saja bukan hanya di stasiun, tetapi juga selama dalam perjalanan,” ujar anggota Komite II DPD RI yang membidangi perhubungan tersebut.

Selain aspek keselamatan dan perawatan sarana-prasarana, Hilmy juga menyoroti kepadatan akses masuk stasiun dan pengaturan parkir yang kerap menjadi keluhan penumpang. Ia turut menyampaikan aspirasi terkait fasilitas ruang ibadah dan kenyamanan kursi penumpang di dalam gerbong.

“Kita ingin tahu bagaimana rencana ke depan Stasiun Yogyakarta ini, karena Jogja favorit wisatawan dan mereka senang menggunakan kereta. Untuk musala di gerbong kereta, terus terang terlalu kecil. Idealnya hanya untuk dua orang. Saya berharap ada pengembangan ke depan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Hilmy didampingi Executive Vice President Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo beserta jajaran manajemen, termasuk Manager Fasilitas Penumpang, Manager Pengamanan, Manager Jalan Rel dan Jembatan, Manager Sarana, serta Kepala Stasiun Tugu.

Bambang menjelaskan masa Angkutan Lebaran 2026 ditetapkan selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 28 Maret.

Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan total penumpang mencapai lebih dari 400 ribu orang selama periode tersebut, dengan rata-rata harian di Stasiun Yogyakarta berkisar 15.000–18.000 penumpang.

“Kami telah melakukan inspeksi keselamatan prasarana dan sarana, ramp check standar pelayanan minimum di 17 stasiun, serta menyiapkan tambahan perjalanan kereta api,” ujar Bambang.

Sebanyak 10 kereta tambahan disiapkan untuk tujuan Gambir, Pasar Senen, Bandung, dan Surabaya. Selain itu, KAI juga mengoperasikan program Angkutan Motor Gratis (Motis) untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor selama mudik.

Dari sisi keselamatan, Daop 6 menyiapkan pengawasan ekstra di titik rawan longsor, banjir, dan tanah labil, serta memperkuat penjagaan di perlintasan sebidang. Tambahan personel pengamanan dari internal maupun unsur TNI/Polri juga diterjunkan selama masa posko Lebaran. “Kami fokus pada keselamatan. Pemeriksaan jalur dilakukan rutin dan ditingkatkan frekuensinya selama masa angkutan,” tegas Bambang.

Daop 6 Yogyakarta juga memaparkan rencana pengembangan kawasan Stasiun Yogyakarta, termasuk penataan akses di Lempuyangan dan sisi selatan stasiun untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan integrasi moda transportasi. Rencana tersebut mencakup penataan parkir, relokasi pedagang kaki lima, pengembangan jalur drop-off, serta integrasi dengan layanan Trans Jogja dan DAMRI.

Menutup kunjungan, Hilmy menyampaikan apresiasi atas kesiapan jajaran KAI Daop 6 Yogyakarta dan berharap pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. “Semoga persiapan Lebaran ini berjalan lancar sehingga para penumpang merasa nyaman dan aman,” pungkasnya.