theindonesiatimes.com - Galeri Indonesia Kaya merayakan ulang tahun ke-13 dengan menggelar Wayang Jurnalis melalui pementasan wayang orang berjudul Petruk Mantu. Program ini kembali hadir setelah vakum sejak 2020 akibat pandemi, sekaligus mengajak jurnalis terlibat langsung dalam pelestarian seni pertunjukan tradisional Indonesia.
Sebanyak 12 jurnalis dari berbagai media tampil di atas panggung untuk merasakan proses kreatif di balik pertunjukan wayang orang. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk tidak hanya meliput seni budaya, tetapi juga berpartisipasi sebagai pelaku seni.
Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan Wayang Jurnalis dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para jurnalis dalam mengenal seni pertunjukan Tanah Air.
“Melalui Wayang Jurnalis, kami ingin mengajak teman-teman jurnalis merasakan pengalaman yang berbeda. Jika biasanya mereka berada di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan untuk naik ke atas panggung dan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya,” ujar Renitasari, Kamis (15/10/2026).
Angkat Kisah Pewayangan dengan Sentuhan Humor
Wayang Jurnalis pertama kali diperkenalkan pada 2014 sebagai program yang mendorong jurnalis untuk mengenal seni pertunjukan secara langsung. Pada penyelenggaraan keenam ini, lakon Petruk Mantu dipilih untuk menghadirkan kisah pewayangan yang menghibur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.
Lakon tersebut menceritakan perjuangan Petruk yang berusaha meminang Endang Nilowati untuk putranya, Lengkung Kusumo. Namun, Petruk tidak mengetahui bahwa Endang Nilowati juga menjadi dambaan Prabu Kalapudakso, sosok yang dikenal garang dan congkak.
Konflik antartokoh dibalut humor dan situasi penuh kejutan sehingga menghadirkan pertunjukan yang ringan, menghibur, sekaligus memperkenalkan cerita pewayangan kepada penonton lintas generasi.
Pementasan ini melibatkan jurnalis dari berbagai media, di antaranya CNBC Indonesia, CNN Indonesia TV, Harian Kompas, iNews TV, LKBN Antara, Narasi, Popbela, Popmama, Suara, Urbanstories, dan Validnews. Pertunjukan tersebut juga menghadirkan dalang cilik Kitama Arturo.
Buka Ruang Apresiasi Seni Budaya Indonesia
Melalui perayaan ulang tahun ke-13 dan kembalinya Wayang Jurnalis, Galeri Indonesia Kaya berharap semakin banyak masyarakat mengenal dan mengapresiasi seni pertunjukan tradisional Indonesia melalui pengalaman yang beragam.
Renitasari menegaskan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk terus tumbuh bersama Indonesia dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengalami, dan mencintai seni budaya Tanah Air.
“Kami berharap, pengalaman ini dapat menumbuhkan kedekatan dan apresiasi yang lebih besar terhadap seni pertunjukan Tanah Air,” tutup Renitasari.