The Indonesia Times - Perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco mencatat kinerja impresif pada kuartal I 2026 dengan laba bersih melonjak 25,5% secara tahunan, Selasa (12/5/2026). Capaian ini dinilai menjadi indikator kuat ketahanan sektor energi global di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Dalam laporan ke bursa saham Saudi, Aramco membukukan laba sebesar 120,13 miliar riyal Saudi (sekitar Rp521 triliun), naik signifikan dari 95,68 miliar riyal Saudi (sekitar Rp415 triliun) pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: AS Targetkan Jaringan Minyak Iran, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga
Kenaikan laba ini tak lepas dari lonjakan harga minyak dan gas dunia yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Selain itu, pembatasan lalu lintas energi oleh Iran di Selat Hormuz turut memperketat pasokan global.
Baca juga: Minyak Dunia Tembus US$100, Ini Langkah Darurat Pemerintah Indonesia
Aramco menyebut peningkatan pendapatan didorong oleh kenaikan harga dan volume penjualan, terutama pada produk olahan dan kimia, serta lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.
Sebagai eksportir minyak terbesar dunia yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Arab Saudi, kinerja Aramco juga mencerminkan bagaimana dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama penggerak pasar energi global.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada Jumat 20 Maret, Ini Penjelasan Resmi
Di tengah gencatan senjata yang masih rapuh, tren ini diperkirakan akan terus memengaruhi stabilitas harga energi dan perekonomian global dalam jangka pendek.
Editor : Rico