TheIndonesiaTimes -Gelombang protes mewarnai halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, ketika ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Para mahasiswa menilai kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar menjadi salah satu faktor yang memperparah bencana.

Dalam orasinya, mahasiswa menuding maraknya aktivitas penebangan ilegal sebagai penyebab rusaknya kawasan hutan yang berfungsi sebagai penyangga alam. Mereka menilai lemahnya pengawasan dan penegakan hukum telah memberi ruang bagi praktik ilegal yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan.

“Hutan di Sumut terus ditebang tanpa kendali. Akibatnya, bencana seperti banjir semakin sering terjadi. Pemerintah harus hadir dan bertindak tegas,” ujar Ardiansyah, salah satu koordinator aksi, Jumat (5/12/2025).

Mahasiswa juga menyoroti dampak ekologis yang ditimbulkan dari pembalakan liar, mulai dari hilangnya habitat satwa, erosi tanah, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. Mereka menegaskan bahwa kerusakan tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat.

Selain mengusung spanduk dan poster yang menyerukan penghentian penebangan liar, para demonstran menuntut DLHK memperketat pengawasan kawasan hutan dan menindak aktor-aktor yang terlibat, termasuk bila menyeret oknum pejabat maupun pihak swasta.

“Kami meminta pemerintah mengusut seluruh jaringan pelaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegas Ardiansyah.

Kasus pembalakan liar sendiri belakangan kembali menjadi sorotan publik seiring munculnya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk pengusaha dan aktor-aktor internal lembaga pemerintahan. Mahasiswa berharap aksi ini menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan Sumut.

 

Jurnalis: Binsar Simatupang