TheIndonesiaTimes - Pemerintah memfasilitasi pemulangan 99 warga transmigran asal Pulau Jawa yang terdampak bencana banjir bandang di Provinsi Aceh dan sekitarnya. Para transmigran tiba dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (20/12/2025).

Pemulangan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi warga yang disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, saat kunjungan kerjanya ke Aceh beberapa waktu lalu.

Setibanya di Jakarta, para transmigran disambut oleh Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Nur Nadlifah, serta Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Nunung Nuryantono, yang hadir mewakili Cak Imin.

Nur Nadlifah menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh warga dalam kondisi selamat dan sehat. Ia menjelaskan bahwa Cak Imin sejatinya ingin hadir langsung menyambut para transmigran, namun berhalangan karena agenda lain di Jawa Timur.
“Saya hadir mewakili Gus Ketum. Beliau menitipkan salam dan rasa empati yang mendalam. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu semua tiba dengan selamat dan dalam keadaan sehat,” ujar Nadlifah.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, Cak Imin juga memfasilitasi empat unit bus untuk mengantar para transmigran kembali ke daerah asal masing-masing hingga ke tempat tinggal mereka.

Para transmigran tersebut berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Cilacap, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kebumen, dan Grobogan. Rinciannya, 54 orang berasal dari Cilacap, 41 orang dari Brebes, Pemalang, dan Pekalongan, serta empat orang dari Kebumen dan Grobogan. “Gus Ketum menyiapkan armada bus agar Bapak dan Ibu semua dapat pulang dengan aman dan nyaman, diantar langsung sampai ke daerah dan kediaman masing-masing,” tambah Nadlifah.

Sementara itu, Deputi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Nunung Nuryantono menegaskan bahwa fasilitasi pemulangan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi dan mendampingi warga yang terdampak bencana. “Ini adalah bukti komitmen negara agar para korban tidak dibiarkan menghadapi dampak musibah sendirian. Negara hadir untuk melindungi, mendampingi, dan memastikan hak-hak warga tetap terpenuhi, termasuk dalam proses pemulangan ke daerah asal,” tegas Nunung.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan penanganan pascabencana berjalan secara menyeluruh, termasuk pemulihan sosial dan peningkatan kesejahteraan para korban secara berkelanjutan.