TheIndonesiaTimes - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulangkan sekitar 600 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban kejahatan online scam di Kamboja. Ia menegaskan, kasus tersebut merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan dan hak asasi warga negara.
Menurut Oleh Soleh, hingga saat ini ratusan WNI tersebut masih terjebak dan belum mendapatkan kepastian pemulangan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut.
“Negara harus hadir dan bertindak cepat. Ada sekitar 600 WNI yang masih terjebak di Kamboja. Ini bukan masalah kecil, tapi kejahatan serius yang menyasar warga negara kita,” ujar Oleh Soleh, Senin (29/12/2025).
Ia mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengintensifkan upaya diplomasi dengan pemerintah Kamboja agar para WNI tersebut dapat segera dibebaskan dan dipulangkan ke Tanah Air. “Kementerian Luar Negeri harus memaksimalkan jalur diplomasi. Keselamatan dan perlindungan WNI di luar negeri adalah tanggung jawab negara,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI itu.
Selain diplomasi, Oleh Soleh menilai perlu adanya koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses pemulangan. Ia menyebut keterlibatan Kemenlu, Kementerian Ketenagakerjaan, Kepolisian, serta lembaga terkait lainnya menjadi kunci penanganan kasus ini secara menyeluruh. “Tidak cukup ditangani oleh satu kementerian. Harus ada kerja bersama lintas instansi agar pemulangan bisa dilakukan cepat, terkoordinasi, dan tuntas,” ujarnya.
Oleh Soleh juga mengingatkan bahwa praktik online scam merupakan kejahatan terorganisir lintas negara yang telah menimbulkan banyak korban dari Indonesia. Karena itu, selain fokus pada pemulangan korban, pemerintah diminta memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang. “Ini kejahatan transnasional. Pemerintah harus serius, tidak hanya melindungi korban, tetapi juga mencegah agar warga kita tidak kembali terjebak ke dalam jaringan online scam,” pungkasnya.