The Indonesia Times - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatatkan penghargaan Indonesia My Home Award (IMHA) pada November 2025 melalui proyek Apple 3 Condovilla. Namun di luar capaian tersebut, sektor properti residensial saat ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang signifikan, salah satunya kebijakan insentif fiskal pemerintah.
Stimulus berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah dinilai menjadi salah satu pendorong aktivitas pasar properti, khususnya pada segmen hunian tertentu. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sektor properti yang memiliki efek berganda terhadap industri lain.
Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyatakan bahwa insentif fiskal merupakan variabel penting dalam membaca arah pasar properti.
“Kebijakan PPN yang ditanggung pemerintah jelas memengaruhi dinamika permintaan, terutama pada segmen residensial. Insentif ini memberi ruang bagi konsumen untuk mengambil keputusan pembelian,” ujar Bayu, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, meskipun stimulus fiskal memberikan dampak jangka pendek terhadap transaksi, pengembang tetap dituntut menjaga disiplin perencanaan agar bisnis dapat berkelanjutan.
“Insentif membantu pergerakan pasar, tetapi dalam jangka panjang kami tetap mengacu pada perencanaan yang konservatif dan terukur,” katanya.
Dalam konteks tersebut, DADA menempatkan kebijakan fiskal sebagai bagian dari pertimbangan eksternal dalam pengembangan proyek. Sejak menjadi perusahaan terbuka, Perseroan menjalankan strategi yang menekankan pengendalian kualitas dan efisiensi pengembangan di tengah perubahan kebijakan ekonomi.
Apple 3 Condovilla, proyek yang mengantarkan DADA meraih IMHA, dikembangkan di Jakarta Selatan dengan menyasar segmen perkotaan.
Proyek ini menjadi salah satu contoh bagaimana pengembang menyesuaikan konsep hunian dengan kondisi pasar, termasuk respons terhadap stimulus fiskal.
“Setiap proyek memiliki karakter pasar yang berbeda. Pendekatan desain dan perencanaan kami sesuaikan, termasuk memperhitungkan faktor eksternal seperti kebijakan fiskal,” kata Bayu.
Indonesia My Home Award sendiri dikenal sebagai ajang penghargaan yang menilai proyek properti secara komprehensif, mulai dari konsep, kualitas bangunan, hingga kontribusinya terhadap industri. Bagi Perseroan, penghargaan tersebut menjadi salah satu referensi dalam membaca persepsi pasar di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Ke depan, manajemen menyatakan akan menjadikan pengalaman pengembangan Apple 3 Condovilla sebagai bahan evaluasi dalam proyek-proyek selanjutnya, dengan tetap mempertimbangkan perubahan kebijakan pemerintah, termasuk insentif fiskal.
“Kami melihat stimulus sebagai momentum, tetapi fokus utama tetap pada kualitas dan efisiensi agar proyek tetap relevan dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Bayu.
Di tengah perubahan ekonomi dan kebijakan fiskal, sektor properti residensial masih menghadapi tantangan sekaligus peluang. Insentif PPN menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga geliat pasar, sementara pengembang dituntut menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif dan berkelanjutan.