TheIndonesiaTimes - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap pada Sabtu pagi waktu setempat (3/1/2026) dalam sebuah operasi militer rahasia Amerika Serikat. Sejumlah sumber internasional menilai, misi berisiko tinggi yang menembus jantung ibu kota Caracas itu hampir pasti dijalankan oleh Delta Force, unit elite paling tertutup milik Angkatan Darat AS.

Kabar penangkapan Maduro pertama kali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut Maduro telah “ditangkap dan diterbangkan keluar negeri”, bersamaan dengan pengumuman serangan militer AS ke wilayah Venezuela.

Meski Trump tidak mengungkap unit yang terlibat, pola operasi, tingkat kerahasiaan, serta target bernilai strategis mengarah kuat pada Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta (1st SFOD-D) atau yang dikenal sebagai Delta Force.

Jejak Operasi Khas Delta Force
Sumber-sumber keamanan menilai kecil kemungkinan unit reguler AS mampu menjalankan misi penangkapan kepala negara di wilayah musuh tanpa terdeteksi. Delta Force dikenal sebagai pasukan tingkat satu yang memang disiapkan untuk operasi senyap, presisi ekstrem, dan target bernilai tinggi—termasuk pemimpin negara dan tokoh yang dianggap ancaman strategis Washington.

Pada 2019, unit ini disebut terlibat dalam operasi yang menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Pola serangan kilat, infiltrasi cepat, dan evakuasi udara yang rapi menjadi ciri khas operasi Delta Force—pola yang kini diyakini terulang di Caracas.

Operasi Bersama CIA

Dalam berbagai operasi global, Delta Force kerap bekerja di balik bayang-bayang CIA.

Koordinasi intelijen mendalam, penggunaan aset rahasia, dan dukungan udara khusus membuat unit ini nyaris tak meninggalkan jejak. Operasi penangkapan Maduro diyakini melibatkan pengumpulan intelijen jangka panjang sebelum eksekusi lapangan dilakukan.

Secara struktural, Delta Force berada di bawah kendali Joint Special Operations Command (JSOC), menjadikannya alat utama AS dalam misi paling sensitif dan berisiko tinggi.

Warisan Krisis dan Rekrutmen Ketat

Delta Force dibentuk pada 1977 oleh Kolonel Charles Beckwith, terinspirasi dari pengalaman bersama pasukan elite Inggris SAS. Kegagalan misi penyelamatan sandera di Iran pada 1980 menjadi momentum besar penguatan kemampuan operasi khusus AS, termasuk dukungan udara khusus dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160.

Hingga kini, SFOD-D merekrut prajurit terbaik dari seluruh Angkatan Darat AS, terutama dari Resimen Ranger dan Pasukan Khusus. Seleksi ekstrem dan pelatihan tertutup menjadikan Delta Force sebagai unit yang hampir tak pernah dikonfirmasi keberadaannya—namun selalu disebut ketika operasi besar terjadi.

Tuduhan Lama, Operasi Baru

Trump menyatakan Maduro akan dihadapkan ke pengadilan AS atas tuduhan “terorisme narkoba” yang telah dilayangkan sejak 2020. Jika klaim ini terbukti, maka operasi penangkapan ini akan menjadi salah satu intervensi militer AS paling berani dalam satu dekade terakhir.

Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memberikan pernyataan resmi. Namun satu hal jelas: jika Delta Force benar-benar bergerak di Caracas, maka operasi tersebut bukan sekadar penangkapan, melainkan pesan geopolitik keras dari Washington.