The Indonesia Times - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong agar hak siar Piala Dunia yang dimiliki Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI tidak hanya dimanfaatkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menko PM yang akrab disapa Cak Imin usai melakukan diskusi dengan Direktur Utama LPP TVRI, Imam Brotoseno, di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Menurut Cak Imin, Piala Dunia merupakan ajang olahraga berskala global yang memiliki daya tarik luar biasa. Tingginya animo masyarakat terhadap turnamen tersebut dinilai membuka peluang ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif. “Piala Dunia ini bukan hanya tontonan sepak bola, tetapi juga momentum ekonomi. Jika dikelola secara tepat, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Cak Imin.
Ia menilai TVRI memiliki keunggulan strategis berupa jaringan siaran yang luas dan menjangkau hingga ke pelosok daerah. Kondisi ini memungkinkan siaran Piala Dunia dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak terbatas di wilayah perkotaan.
“Jangkauan TVRI yang merata di seluruh Indonesia merupakan kekuatan besar. Ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM, komunitas kreatif, hingga kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan,” jelas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Cak Imin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar momentum siaran Piala Dunia dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. Ia berharap TVRI bersama pemerintah mampu merancang program pendukung yang mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha lokal. “Dengan sinergi yang baik, siaran Piala Dunia tidak hanya menghadirkan hiburan dan informasi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.