TheIndonesiaTimes, Jakarta - Manusia mempunyai hubungan yang rumit dengan peraturan. Bahkan sebagai anak kecil, kita kesulitan untuk mengerti alasan "mengapa" di balik peraturan yang ada.
Perhatikan bagaimana orang tua mengajari anak untuk menyikat gigi, mengingatkan mereka setiap pagi dan malam. Anak tersebut mungkin baru bisa menghargai kebiasaan ini bertahun-tahun kemudian, saat mereka bertumbuh dewasa dan merasakan perawatan gigi yang mahal dan tidak nyaman. Saat itulah kebiasaan menyikat gigi yang membosankan akan terasa begitu penting. Sungguh perubahan perspektif yang besar!
Kita tidak diciptakan untuk menjalankan jadwal menyikat gigi yang ketat, tapi menyikat gigi dibuat untuk membantu kita menjaga kesehatan gigi.
Yesus membawa hikmat dan perspektif serupa dengan harapan untuk mengambil hari istirahat secara teratur (Sabat).
Orang Yahudi mengetahui bahwa Tuhan menekankan agar mereka memelihara hari Sabat, tapi mereka menganggap hal itu seolah-olah sebuah tugas rutin.
Yesus mengingatkan mereka bahwa manusia tidak diciptakan untuk Sabat, tapi hari Sabat diciptakan oleh Tuhan bagi manusia untuk memberikan istirahat yang sangat mereka perlukan.
Istirahat Sabat adalah ritme Tuhan untuk memberkati kita, bukan aturan Tuhan untuk membebani kita.
Bagaimana kita mengetahui hal ini? Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat. Dia-lah yang membuat (dan yang menggenapi) semua peraturan Tuhan yang baik, dan Dia tahu bahwa istirahat teratur adalah salah satu ritme yang mendatangkan hidup berkelimpahan.
Markus 2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.