The Indonesia Times - Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Serang, Banten. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) mencatat sebanyak 233.752 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata dalam kurun waktu tiga hari, 22–24 Maret 2026.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan terjadi secara bertahap sejak hari pertama libur Lebaran.

“Pada Minggu, 22 Maret tercatat 89.024 wisatawan, kemudian Senin 23 Maret sebanyak 85.227 wisatawan, dan Selasa 24 Maret mencapai 59.501 wisatawan,” ujar Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Lebaran 2025, dengan kenaikan berkisar 10 hingga 20 persen.

Ia menjelaskan, sebaran wisatawan tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di berbagai destinasi unggulan, mulai dari kolam renang, desa wisata alam, hingga kawasan pegunungan.

Namun, destinasi pantai masih menjadi primadona.
“Sekitar 75 persen wisatawan terkonsentrasi di kawasan Pantai Anyer dan Cinangka,” jelasnya.

Anas menilai peningkatan kunjungan ini dipengaruhi sejumlah faktor, seperti panjangnya masa libur Lebaran, kondisi cuaca yang mendukung, serta promosi dan pemberitaan media yang masif.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga media dan stakeholder lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Yurlena Rachman, menyebut tingkat hunian hotel (okupansi) juga mengalami lonjakan signifikan selama periode libur Lebaran.

“Pada 18–21 Maret okupansi masih di kisaran 50–60 persen. Namun, pada 22–24 Maret meningkat drastis menjadi 90 hingga 100 persen. Sedangkan 25 Maret berada di angka 80–90 persen,” ungkap Yurlena.

Lonjakan wisatawan dan okupansi hotel ini menunjukkan sektor pariwisata Kabupaten Serang mulai pulih dan kembali bergairah pascapandemi, sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah di momentum libur nasional.