The Indonesia Times - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak berhenti pada program CSR seremonial, tetapi benar-benar terlibat dalam menyiapkan tenaga kerja siap ekspor melalui program SMK Go Global.

Pernyataan itu disampaikan saat pelepasan pekerja migran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Muhaimin menilai kebutuhan tenaga kerja global, khususnya di negara seperti Jepang, harus dijawab dengan kesiapan SDM yang terstruktur, bukan sporadis.

“BUMN harus ambil peran lebih besar dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di luar negeri,” tegasnya, Sabtu (4/4/2026).

Secara kritis, program SMK Go Global diposisikan sebagai solusi atas stagnasi serapan lulusan vokasi di dalam negeri. Namun tanpa keterlibatan serius dunia usaha, terutama BUMN, program ini berisiko hanya menjadi jargon kebijakan tanpa dampak signifikan.

Muhaimin juga menyoroti lemahnya link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja global, yang selama ini menjadi titik lemah daya saing tenaga kerja Indonesia. Ia mendorong sinergi konkret antara pemerintah, sekolah, dan industri untuk menutup celah tersebut.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya perlindungan pekerja migran serta peran aktif perwakilan Indonesia di luar negeri dalam membuka pasar kerja, bukan sekadar fungsi diplomasi formal.