The Indonesia Times - Pemerintah Iran mengungkap 10 syarat utama untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang menunjukkan posisi tawar Teheran tidak hanya soal gencatan senjata, tetapi juga tuntutan politik dan ekonomi yang luas.
Daftar syarat yang disiarkan media pemerintah Iran itu mencakup penghentian total perang di sejumlah kawasan konflik seperti Irak, Lebanon, dan Yaman, serta penghentian permanen serangan terhadap Iran tanpa batas waktu.
Selain itu, Iran juga menuntut pembukaan penuh Selat Hormuz beserta jaminan keamanan dan kebebasan navigasi internasional di jalur vital tersebut.
Namun, poin paling krusial berada pada tuntutan ekonomi dan politik. Iran meminta pencabutan seluruh sanksi, pembebasan aset yang dibekukan oleh Amerika Serikat, serta pembayaran kompensasi penuh untuk biaya rekonstruksi akibat perang.
Di sisi lain, Teheran juga menyatakan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sebagai bagian dari paket kesepakatan, yang selama ini menjadi salah satu isu utama dalam konflik dengan Washington.
Syarat-syarat ini muncul setelah eskalasi konflik yang dipicu serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Dengan demikian, daftar tuntutan tersebut sekaligus mencerminkan upaya Iran untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan yang lebih luas dan mengikat.
Jika disepakati, gencatan senjata akan langsung berlaku di seluruh lini konflik. Namun, besarnya tuntutan yang diajukan menandakan bahwa proses negosiasi berpotensi panjang dan kompleks, dengan masing-masing pihak masih mempertahankan kepentingan strategisnya.