TheIndonesiaTimes - Pendamping Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Rustini Muhaimin, mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai langkah strategis menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia menegaskan, perubahan pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga, RT, dan RW.
Hal tersebut disampaikan Rustini saat menghadiri kegiatan Penguatan Pengelolaan Sampah Tingkat RW di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini dihadiri unsur kelurahan, pengurus RW dan RT, kader lingkungan, Karang Taruna, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Rustini menilai RW memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap persoalan sampah. Menurutnya, perubahan besar dalam tata kelola lingkungan selalu berangkat dari unit terkecil. “Lingkungan yang bersih tidak lahir dari kebijakan semata, tetapi dari kebiasaan sehari-hari warga. Dari rumah, RT, hingga RW, di sinilah kunci perubahan itu dimulai,” ujar Rustini, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Tragedi Longsor Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang
Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah saat ini telah melampaui isu kebersihan semata. Tanpa pengelolaan yang tepat, sampah berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, kesehatan, hingga mengancam keberlanjutan generasi mendatang, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
Rustini juga menyoroti meningkatnya volume sampah rumah tangga yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sampah sesungguhnya dapat memiliki nilai tambah apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kalau salah kelola, sampah menjadi masalah. Tapi jika dipilah dan dikelola dengan benar, sampah justru bisa memberi manfaat dan bernilai ekonomi,” tegasnya. Langkah paling mendasar yang ditekankan adalah pemilahan sampah sejak dari sumber. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah nonorganik seperti plastik, kertas, kaca, dan logam dapat disalurkan melalui bank sampah dan kegiatan daur ulang.
Baca juga: TPA Cipeucang Ditutup, Menteri Lingkungan Hidup Ancam Pidanakan Wali Kota Tangsel
Rustini juga mengingatkan potensi minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan. Padahal, minyak jelantah dapat dikumpulkan dan memiliki nilai jual jika dikelola melalui bank sampah. “Dari botol plastik sampai minyak jelantah, semuanya bisa jadi cuan kalau dikelola bersama,” ujarnya.
Selain aspek teknis, Rustini mendorong terbentuknya Gerakan Peduli Sampah di lingkungan RW sebagai upaya menanamkan budaya hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Gerakan ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan peran penting perempuan dan ibu rumah tangga dalam membangun kesadaran lingkungan dari rumah serta menularkannya kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Di sisi lain, Karang Taruna diharapkan menjadi motor penggerak edukasi dan inovasi pengelolaan sampah di tingkat RW. “Anak muda punya energi dan kreativitas. Karang Taruna bisa menjadi penghubung kolaborasi antara warga, RW, dan kelurahan agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan,” kata Rustini.
Baca juga: Bersihkan Eceng Gondok Danau Toba, Pelindo dan UHKBNP Luncurkan Program Rumah Kelola Sampah
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, Rustini Muhaimin juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga Kelurahan Bangka. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong. “Penguatan lingkungan harus sejalan dengan kepedulian sosial. Kita hadir bersama, saling menguatkan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan Dedy Setiono, Camat Mampang Prapatan Jazuli, Lurah Bangka Firdaus Aulawy Rois, pengurus RW dan RT, Karang Taruna Kelurahan Bangka, serta pengelola Bank Sampah Pejuang Kita.
Editor : Rico