Bank Pembangunan Daerah

Agus Widodo: BPD Harus Ciptakan Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Reporter : Rico
Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, menegaskan BPD harus beralih dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif. Foto ist

The Indonesia Times - Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong naik kelas menjadi penggerak utama ekonomi regional, seiring tantangan fiskal daerah yang semakin terbatas. Transformasi ini mengemuka dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang digelar di Solo, Jumat (17/4/2026) lalu.

Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, menegaskan BPD harus beralih dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif. “BPD harus memastikan setiap rupiah yang berputar di daerah menciptakan nilai tambah dan mendorong sektor riil,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Menurut Agus, keunggulan BPD terletak pada kedekatan dengan pemerintah daerah dan pemahaman terhadap karakter ekonomi lokal. Hal ini menjadi modal penting untuk mendorong pembiayaan produktif, termasuk untuk UMKM, layanan publik, serta sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia menambahkan, inovasi pembiayaan seperti optimalisasi pinjaman daerah harus diarahkan untuk menciptakan efek berganda bagi ekonomi, bukan sekadar menutup kebutuhan anggaran jangka pendek.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah. Ia menyebut BPD memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong investasi daerah.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi melalui kolaborasi semua pihak,” kata Ahmad Luthfi.

Seminar ini menjadi momentum mempercepat transformasi BPD agar lebih adaptif, modern, dan berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru