The Indonesia Times - Di tengah ritme kerja kota yang kian padat, merangkai bunga bergerak dari sekadar dekorasi menjadi bagian gaya hidup urban yang menyehatkan mental. Flower Arrangement Workshop yang digelar Alayya’s Community di kawasan Menteng menghadirkan ruang “healing” praktis bagi tenaga kesehatan dan profesional lintas bidang—dari arsitek, dosen, jurnalis hingga entrepreneur.

Host kegiatan, drg. Safira Khairina, M.Kes, menyebut kebutuhan ruang jeda makin mendesak, terutama bagi profesi bertekanan tinggi.

“Tenaga kesehatan terbiasa fokus pada orang lain. Aktivitas merangkai bunga menjadi bentuk positive escaping—fokus pada proses kreatif, lupa waktu, dan pulang dengan perasaan lebih ringan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Fenomena ini menegaskan pergeseran fungsi bunga sebagai bagian dari wellness lifestyle. Di kota seperti Jakarta—yang juga menjadi panggung berbagai tren gaya hidup, dari festival hybrid fitness HYSTORIC hingga event otomotif IIMS 2026—praktik self-care berbasis aktivitas sederhana dinilai lebih relevan dan mudah diakses.

Coach seni merangkai bunga, Rini Djafar, mengatakan minat dari kalangan tenaga kesehatan terus meningkat.

“Mereka datang untuk menenangkan diri sekaligus menyalurkan kreativitas.

Peserta sangat beragam, dari Gen Z hingga usia 80-an,” katanya. Ia menilai kelas semacam ini bukan sekadar hobi, tetapi ruang sosial yang membangun koneksi emosional lintas profesi.

Peserta workshop, Rhomaida, mengaku pengalaman merangkai bunga memberi efek terapeutik. “Kegiatannya sederhana tapi melatih fokus dan kesabaran. Ada rasa tenang saat melihat rangkaian selesai,” ujarnya.

Pertumbuhan industri bunga domestik pada 2025–2026 turut mendorong tren ini. Bunga tidak lagi hanya bernilai estetika, tetapi juga ekonomi—membuka peluang baru bagi pelaku kreatif dan florist di tengah meningkatnya kesadaran kesehatan mental.

Safira menekankan, self-care tidak selalu menuntut perjalanan jauh atau biaya tinggi. “Healing bisa dimulai dari hal sederhana—duduk, merangkai bunga, dan hadir penuh di momen itu,” tuturnya.