theindonesiatimes.com - Investasi senilai Rp80 miliar dari Triv Group ke PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menandai ekspansi bisnis Gabriel Rey ke sektor produk higienitas. Investasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat distribusi, dan membuka peluang ekspor di tengah persaingan industri produk konsumen.
Founder Triv Group, Gabriel Rey, mengatakan keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga kualitas manajemen perusahaan. Ia menilai kepemimpinan Mengky sebagai salah satu faktor yang mendorong penambahan investasi di Multi Medika.
“Ketika kita berinvestasi di sebuah perusahaan, yang pertama kita perhatikan adalah orangnya dan manajemennya. Setelah itu, baru kita melihat bagaimana perusahaannya,” ujar Gabriel, Rabu (21/10/2026).
Menurut Gabriel, besarnya populasi Indonesia menjadi peluang bagi industri popok dan produk higienitas. Produksi lokal juga dinilai berpotensi membantu perusahaan menjaga efisiensi biaya di tengah fluktuasi nilai tukar.
Jangkauan distribusi Multi Medika ke jaringan ritel modern, termasuk Indomaret dan Alfamart, serta pasar tradisional turut menjadi pertimbangan investasi.
Gabriel menyebut dana sekitar Rp80 miliar telah dikucurkan untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Triv Group juga berencana mengoptimalkan jaringan usahanya guna memperkuat distribusi dan pengembangan merek Multi Medika.
Di sisi lain, Mengky menargetkan perusahaan masuk lima besar pemain di industrinya. Ekspansi pasar domestik akan menjadi pijakan sebelum perusahaan memulai ekspor yang ditargetkan pada tahun ketiga.
Selain memperluas pasar, pengembangan fasilitas produksi diharapkan meningkatkan kapasitas usaha dan membuka lapangan kerja. Perusahaan juga menyatakan ingin menyediakan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Meski demikian, realisasi target ekspansi dan ekspor akan bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan kapasitas produksi, menjaga efisiensi, serta menghadapi persaingan pasar. Investasi Rp80 miliar tersebut menjadi modal pengembangan, tetapi pencapaian target bisnis tetap membutuhkan kinerja operasional yang terukur.