TheIndonesiaTimes - Minat warga Indonesia untuk bepergian ke luar negeri terus meningkat meski tekanan ekonomi domestik masih terasa. Sepanjang 2025, Indonesia bahkan mencatat pertumbuhan minat perjalanan internasional tertinggi di Asia Tenggara, dengan hampir 80 persen wisatawan melakukan perjalanan ke luar negeri tahun ini. Tren tersebut menunjukkan kuatnya dorongan masyarakat untuk tetap berwisata, sekaligus menegaskan bahwa faktor harga kini memainkan peran lebih besar dalam menentukan tujuan perjalanan.
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azahari, mengatakan lonjakan perjalanan luar negeri diperkirakan terus berlanjut hingga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menyebut biaya perjalanan domestik yang semakin tinggi menjadi salah satu faktor banyak keluarga beralih ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang dinilai lebih terjangkau. “Wisatawan kini sangat mempertimbangkan efisiensi biaya. Beberapa destinasi luar negeri justru menawarkan harga lebih bersaing dibandingkan tur domestik,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Perilaku serupa terlihat dari pola transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri. Sepanjang 2025, transaksi pengguna Honest Card di negara lain meningkat 38 persen. Jepang, Tiongkok, dan kawasan Asia Tenggara menjadi wilayah dengan aktivitas transaksi tertinggi, sejalan dengan destinasi yang kini paling diminati wisatawan Indonesia. Kategori belanja yang paling banyak dilakukan meliputi kuliner, transportasi, dan ritel.
Peningkatan transaksi tersebut juga menunjukkan perubahan pola konsumsi wisatawan Indonesia, yang semakin berhati-hati dalam mengelola anggaran perjalanan. Pengeluaran dianggap lebih terkendali ketika wisatawan dapat mengetahui nilai transaksi secara transparan, termasuk biaya konversi mata uang.
Brand Marketing Lead Honest Financial Technologies, Amertya Ardya, menilai bahwa kecermatan menjadi pola baru masyarakat dalam bepergian.
“Wisatawan ingin memastikan bahwa setiap pengeluaran sesuai dengan nilai sebenarnya. Banyak yang mengaku lebih tenang saat bertransaksi di luar negeri ketika mengetahui biaya tersebut tercatat transparan tanpa tambahan di luar dugaan,” ujarnya.
Sepanjang Januari hingga September 2025, nilai transaksi luar negeri pengguna Honest Card tercatat mencapai Rp95 miliar. Lonjakan ini sekaligus menunjukkan bagaimana wisatawan Indonesia semakin melek biaya dan berupaya mencegah pembengkakan anggaran selama bepergian.
Dengan kenaikan aktivitas perjalanan internasional dan meningkatnya sensitivitas wisatawan terhadap harga, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun, terutama pada periode liburan panjang.