TheIndonesiaTimes, Teheran - Kematian Saeed Abyar di Suriah akibat serangan bom Israel membuat Teheran marah. Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, Hossein Salami, pada hari Rabu (5/6) mengancam akan melakukan pembalasan.
Dalam pernyataannya sehari setelah Saeed Abyar dimakamkan di Teheran, Salami diperingatkan oleh media Iran bahwa Israel akan "membayar pertumpahan darah tersebut."
Baca juga: Alarm Bahaya! Gejolak Minyak Dunia Siap Guncang Ekonomi Indonesia
Berikut adalah profil Saeed Abyar yang berhasil dirangkum The Indonesia Times;
Baca juga: AS Tolak Tukar Sanksi dengan Akses Selat Hormuz, Ini Alasannya
Menurut The New York Times, Abyar adalah anggota ekspedisi Pasukan Quds IRGC dan telah ditempatkan di Suriah sejak tahun 2012. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa 16 anggota kelompok pro-Iran lainnya tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: Negosiasi Buntu, Iran Siap Buka Front Baru Hadapi Amerika dan Israel
Selain itu, laporan dari TV pemerintah Iran yang dikutip oleh Middle East Monitor pada Kamis (6/6/2024), menyebutkan bahwa Saeed Abyar, yang digambarkan sebagai penasihat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menjadi sasaran serangan bom yang juga menyebabkan kematian beberapa warga sipil dan "kerugian materi".
Editor : Rico