Iran

Ketegangan AS–Iran Memanas, Drone Iran Ditembak Jatuh di Perairan Internasional

Reporter : Rico
Kapal induk tersebut dilaporkan berada sekitar 800 kilometer dari pesisir selatan Iran saat insiden terjadi. Foto ist

The Indonesia Times - Militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang dinilai bergerak agresif mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang dibangun untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, menyatakan penembakan dilakukan sebagai langkah pertahanan diri. Drone tersebut ditembak oleh jet tempur F-35C yang berbasis di kapal induk Abraham Lincoln.

Baca juga: AS Targetkan Jaringan Minyak Iran, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga

“Satu jet tempur AS menembak jatuh drone Iran untuk membela diri serta melindungi kapal induk dan seluruh personel di dalamnya,” ujar Hawkins dalam pernyataan resmi, Selasa (3/2/2026).

CENTCOM mengidentifikasi drone tersebut sebagai Shahed-139. Drone itu disebut terbang secara agresif dan terus mendekati kapal induk meski pasukan AS telah melakukan sejumlah manuver de-eskalasi di perairan internasional. Kapal induk tersebut dilaporkan berada sekitar 800 kilometer dari pesisir selatan Iran saat insiden terjadi.

“Drone itu menunjukkan niat yang tidak jelas dan mengabaikan upaya pencegahan,” tegas Hawkins.

Baca juga: Kapal Perang AS Lintasi Selat Hormuz, Iran Keluarkan Ancaman Serangan

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi. Namun, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan terputusnya komunikasi dengan sebuah drone Iran di perairan internasional. Tasnim mengklaim drone tersebut sempat mengirimkan data penting ke Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelum hilang kontak.

Insiden militer ini menambah daftar konfrontasi terbuka antara AS dan Iran, meski belum memengaruhi agenda diplomatik yang sedang disiapkan. Tasnim mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut konsultasi masih berlangsung untuk menentukan lokasi perundingan, dengan Turki dan Oman termasuk negara yang menawarkan diri sebagai tuan rumah.

Dari Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan jalur dialog tetap terbuka. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyebut utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Iran pada akhir pekan ini.

Baca juga: Pembicaraan AS-Iran di Islamabad Gagal, Isu Nuklir Jadi Penghambat

“Percakapan tersebut masih dijadwalkan hingga saat ini,” kata Leavitt.

Meski diplomasi terus digulirkan, penembakan drone ini menunjukkan rapuhnya stabilitas kawasan, di mana satu insiden militer berpotensi mengganggu upaya meredakan konflik yang lebih luas antara dua negara bermusuhan tersebut.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru